Welcome

Bekerjalah Untuk Makanan Yang Tidak Dapat Binasa....!!!
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Friday, 13 January 2012

CARA-CARA KRISTEN UNTUK MENGATASI STRES DALAM BEKERJA

CARA-CARA KRISTEN UNTUK MENGATASI STRES DALAM BEKERJA

Mencari tahu cara-cara Kristiani untuk mengatasi stres dalam bekerja, akan membantu Anda semakin dekat dengan Allah dan menjadi teladan bagi orang lain. Sebagai orang Kristen, Anda tentu ingin mengandalkan hubungan Anda dengan Tuhan untuk menentukan pilihan-pilihan yang baik, dan tempat kerja adalah tempat yang ideal untuk mempraktikkan nilai-nilai Kristiani Anda.

1. Tunjukkan Sikap Seorang Kristen

Sebagai orang Kristen, mungkin Anda tidak ingin memperlihatkan diri Anda sebagai orang yang berbohong, menipu, dan mencuri. Saat Anda ada di tempat kerja, pastikan Anda tetap melayani Allah. Jika Anda menaati firman Yesus, Anda tidak akan cenderung bereaksi dengan kemarahan terhadap orang lain. Dengan mencari cara-cara Kristiani untuk mengatasi stres dalam bekerja, berarti kita bersandar kepada Allah untuk menemukan ketenteraman pikiran dan untuk membimbing Anda sepanjang hari.

Ayat: "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya." (Amsal 13:11)

2. Tenanglah

Luangkan waktu kerja Anda selama beberapa menit untuk berdoa dalam hati. Walaupun ajaran agama tidak selalu bisa sejalan dengan lingkungan kerja Anda, Anda dapat meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan Dia kapan saja pada hari-hari yang penuh dengan tekanan. Tidak ada alasan apa pun sehingga Anda tidak bisa semakin dekat dengan Allah saat bekerja dan meminta-Nya untuk membimbing Anda. Bahkan, tidak ada waktu yang lebih baik lagi untuk datang kepada-Nya karena sepertinya Anda menghabiskan separuh waktu hidup Anda di tempat kerja.

Ayat: "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23)

3. Bersyukurlah

Lihatlah apa yang Allah inginkan untuk Anda alami dalam jam kerja Anda. Alih-alih menganggap stres sebagai hukuman dan kesulitan, percayalah bahwa Anda benar-benar melayani Dia. Sebagai orang Kristen, Anda setia dan penuh ucapan syukur. Daripada terkungkung dalam pekerjaan yang menekan, bersyukurlah kepada Tuhan atas upah kerja, tidak peduli seberapa berat pekerjaan yang harus dilakukan. Ketahuilah bahwa memiliki pekerjaan adalah sebuah hak istimewa. Daripada hanya fokus pada kesulitan-kesulitan, pikirkan pekerjaan Anda sebagai pelayanan kasih.

Ayat: "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi." (Pengkhotbah 9:10)

4. Ingatkanlah Diri Anda akan Kebenaran

Anda adalah anak Allah, Dia mengasihi Anda dan menginginkan Anda untuk bersandar kepada-Nya. Bacalah Alkitab untuk mendapatkan ketenangan dan carilah kutipan tentang pekerjaan, yang berkata-kata kepada Anda dan memberi Anda penghiburan. Anda juga dapat membuat catatan pengingat pada buku agenda harian Anda, yang memberi tahu Anda untuk mencari Allah terlebih dulu saat menghadapi tekanan pekerjaan. Tidak peduli apa pun masalahnya, carilah cara yang positif untuk mengatasi stres.

Alkitab mengatakan bahwa 6 hari lamanya kita bekerja dan hari ketujuh adalah hari istirahat. Ketimbang mengeluh karena Anda kurang istirahat, sadarilah bahwa bekerja adalah bagian dari rancangan Allah dan tujuan Anda. Angkatlah tekanan kerja Anda, yang tidak dapat dihindari dengan cara apa pun, serta tetapkan tujuan untuk menyenangkan Allah.

Ayat: "Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa." (Amsal 12:24)

5. Jadilah Teladan Kristus

Di tempat kerja, Anda mengembangkan hubungan yang berarti dengan berbagai macam orang, termasuk orang-orang percaya dan orang-orang yang tidak percaya. Kemungkinan tidak ada lagi kesempatan bagi Anda dikelilingi oleh orang-orang dari berbagai latar belakang, setiap hari. Tempat kerja adalah tempat yang ideal untuk mempraktikkan nilai-nilai Kristiani dan memberi teladan.

Bagaimana Anda bertingkah laku di tempat kerja menjadi kesaksian atas keyakinan Anda dan kesempatan untuk memuliakan Allah. Jangan membuat kesalahan dengan memberikan contoh yang buruk atau bertindak seenaknya. Hal ini membuat Anda terlihat buruk dan menyakiti orang-orang Kristen yang lain. Lebih lagi, bekerjalah untuk mengembangkan sifat sabar, setia, jujur, dan tunduk. Setiap kesulitan yang menghadang jalan Anda dapat dilihat sebagai batu-batu pijakan untuk menumbuhkan hubungan Anda dengan Allah, dan membagikan kasih Anda kepada orang lain.

Ayat: "Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?" (Pengkhotbah 3:22) 

Diterjemahkan dari:
Nama situs: LoveToKnow Stress Management
Alamat URL: http://stress.lovetoknow.com/Christian_Ways_to_Handle_Work_Stress
Judul asli artikel: Christian Ways to Handle Work Stress
Penulis: Lindsay Woolman

Apakah Anda Benar-Benar menikmati Pekerjaan Anda?

APAKAH ANDA BENAR-BENAR MENIKMATI PEKERJAAN ANDA?

"... tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya...." Pengkhotbah 3:22

Di tengah-tengah kesibukan kerja yang seakan tak pernah ada akhirnya dan jadwal-jadwal ketat yang kadang begitu menyesakkan, sering kali kita merasa stres. Kondisi demikian dengan mudah menyebabkan kita kehilangan sukacita. Tuntutan profesionalisme yang kian tinggi, ambisi meraih puncak karier, daya juang yang dipadukan dengan daya saing untuk menggapai prestasi terhormat, dan sederet sikap positif lainnya jelas memang bukan sikap yang keliru. Meskipun demikian, hal-hal tersebut tidak jarang membuat kita merasa stres dan tegang, yang akhirnya menimbulkan gangguan-gangguan psikosomatis, seperti: pusing, tidak bisa tidur, sakit lambung, gatal-gatal, dan lain-lain.

Kakak seorang dosen saya meninggal akibat penyakit jantung, justru ketika surat pengangkatannya dari kepala cabang menjadi direktur kantor pusat sedang diproses. Memang, seseorang yang pantang menyerah hanya dapat dipaksa menyerah oleh kesehatan yang terus memburuk atau kematian. Karena itu, kita sering mendengar orang-orang tua menasihati agar kita jangan bekerja terlalu berat (Bahasa Jawa: ngoyo). Kalau sudah jatuh sakit, mungkin baru terpikir: "Untuk siapa aku berlelah-lelah atau menolak kesenangan?" (Pengkhotbah 4:8) Karena itu, kajilah kemungkinan berikut.

1. Anda menyukai pekerjaan Anda, tetapi tidak menyukai suasana dan lingkungan kerjanya.

2. Anda menyukai suasana dan lingkungan kerja Anda, tetapi sebenarnya Anda tidak menyukai pekerjaan Anda.

3. Anda tidak menyukai baik pekerjaan Anda maupun lingkungan dan suasana kerjanya, tetapi terpaksa Anda jalani karena Anda butuh pekerjaan.

4. Anda menyukai baik pekerjaan Anda maupun lingkungan dan suasana kerjanya, tetapi Anda merasa tidak dapat berkembang bila terus bertahan dalam pekerjaan itu.

5. Anda menyukai baik pekerjaan Anda maupun lingkungan dan suasana kerjanya, tetapi Anda tertantang untuk mencoba berkarier di bidang lain karena tawaran gaji yang lebih besar atau karena bidang itu jauh lebih mengasyikkan.

Kelima kemungkinan itu memiliki satu persamaan, yaitu konflik kepentingan dan minat. Itulah inti masalahnya! Untuk mengatasinya, cobalah untuk:

1. Jujur terhadap diri sendiri.

Bila Anda belum menikah, pilihlah bidang yang paling Anda sukai sekaligus paling Anda kuasai, sekalipun bidang itu tidak menjanjikan penghasilan besar, karena kepuasan dan kebutuhan aktualisasi diri yang Anda peroleh dari pekerjaan Anda tidak dapat menandingi nilai uang yang Anda dapatkan. Bila Anda sudah menikah atau kebutuhan ekonomi sangat mendesak, Anda terpaksa harus memilih pekerjaan yang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi Anda saat ini, walau mungkin Anda tidak begitu suka dengan pekerjaan itu. Dalam hal ini, tanggung jawab terhadap keluarga harus mengalahkan kepuasan pribadi.

2. Kerjakan pekerjaan Anda sebaik mungkin (Pengkhotbah 9:10).

Pekerjaan yang terus ditekuni akan membuat Anda menjadi sangat profesional dalam bidang itu walaupun awalnya Anda tidak menyukainya. Lama-lama Anda akan menyukainya karena pekerjaan itu Anda geluti setiap hari. Perlu diingat bahwa perusahaan-perusahaan besar kini tidak segan-segan menghargai profesionalisme dengan gaji yang memadai.

3. Bijak mengambil keputusan.

Bila Anda tidak menyukai lingkungan tempat Anda bekerja karena lingkungan itu mengganggu kesehatan, apalagi bila dalam jangka waktu yang lama hal itu dapat berakibat fatal, sebaiknya Anda tidak ragu-ragu berhenti dan mencari kerja di tempat lain atau minta dipindahkan ke cabang lain. Bila Anda tidak menyukai suasana kerjanya, cobalah untuk menyesuaikan diri. Bila Anda menyukai pekerjaan Anda, hal ini akan mempermudah Anda untuk menyesuaikan diri dengan suasana kerja Anda. Bila suasana tempat kerja Anda menjadi tidak tertahankan, misalnya karena rekan atau bahkan atasan Anda suka membuat ulah, sebaiknya Anda juga tidak ragu-ragu untuk berhenti atau minta pindah ke bagian lain. Karena suasana kerja yang tidak sehat (beban kerja terlalu berat, dibenci rekan-rekan sekerja, konflik dengan atasan) dapat berakibat fatal.

4. Bila Anda merasa kurang dapat berkembang, silakan "meloncat" mencari kerja di tempat lain.

Tentunya, sebelum mengambil keputusan tersebut, Anda harus sudah mempertimbangkan masak-masak untuk ruginya.

5. Bila Anda ingin karier yang baru, pelajari baik-baik seluruh seluk-beluk karier itu.

Mungkin Anda hanya terpengaruh oleh hal-hal yang tampak menarik di permukaannya saja. Bila ternyata karier itu memang menjanjikan kepuasan dan masa depan yang lebih baik bagi Anda, silakan bermigrasi.

Pindah kerja memang susah-susah gampang. Anda perlu ekstra hati-hati "meloncat" bila usia Anda sudah agak tua. Salah-salah Anda malah tercebur ke selokan. Sudah tentu, risiko selalu ada. Karena itu, bila Anda sudah berumur dan merasa kemampuan kerja Anda biasa-biasa saja, cobalah belajar menikmati pekerjaan Anda, apalagi bila lingkungan dan suasana kerjanya cukup menyenangkan. Karena, bila Anda menikmati pekerjaan Anda, Anda pasti menyukainya. Dan bila Anda menyukainya, Anda akan asyik menekuninya karena kini pekerjaan itu telah menjadi seperti hobi. Dan bila Anda menekuni hobi Anda itu, tentu Anda tak akan merasa bahwa Anda sedang bekerja, bukan? Dan karena Anda tidak merasa bahwa Anda sedang menyelesaikan pekerjaan kantor, Anda tidak akan merasa stres atau diburu-buru. Bersamaan dengan itu, ambisi berlebihan yang dapat merusak saraf Anda tersublimasi secara otomatis dalam keasyikan dan kesenangan menekuni "hobi" Anda itu.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: 29 Kiat Sukses dalam Karier
Judul artikel: Apakah Anda Benar-Benar Menikmati Pekerjaan Anda?
Penulis: Arif Suryobuwono dan M. Kurniawati Prayitno
Penerbit: Yayasan ANDI Yogyakarta dan YASKI Jakarta, 1994
Halaman: 31 -- 34

Friday, 24 June 2011

MENGAPA KITA HARUS MENGENAL ALLAH ?


ALLAH YANG MENYATAKAN DIRI
 
Pemikiran tentang Allah adalah pemikiran terbesar yang pernah dipikirkan oleh manusia. Namun bagaimanakah seseorang dapat memiliki pengetahuan akan Allah? Alkitab menegaskan bahwa Allah yang mengambil inisiatif pertama untuk menyatakan diri dan kehendak-Nya kepada manusia (Kej. 1:1). Tanpa tindakan sedemikian, manusia tidak akan pernah sampai kepada pengenalan sejati akan Allah. Manusia hanya dapat memperkirakan siapakah Allah itu berdasarkan sifat religiositas yang dimilikinya. Allah berdasarkan ide atau gagasan sendiri.
Alkitab memberikan kesaksian atas dua fakta yang berkenaan dengan kemungkinan pengenalan akan Allah. Pertama Alkitab mengajarkan bahwa Allah tidak dapat dipahami (God is incomprehensible, Ayub 11:7 ; Yes. 40:18), namun Alkitab juga mengatakan bahwa Allah dapat dikenal (God is knowable, Yoh. 14:7; Yoh. 17:3; 1 Yoh. 5:20). Keduanya benar tapi tidak dalam pengertian yang mutlak. Dengan mengatakan bahwa Allah tidak terpahami berarti manusia yang adalah terbatas tidak dapat mengetahui segala hal tentang Allah yang tidak terbatas. Dengan mengatakan bahwa Allah dapat dikenal, berarti sungguh Allah dapat dikenal oleh manusia dan bahwa manusia dapat bertumbuh di dalam pengenalan akan Allah.

ALASAN MENGAPA KITA HARUS MENGENAL ALLAH
 
a. Pengenalan akan Allah yang sejati
 
           Pengajaran Alktab sebagai penyataan Allah yang bersifat supernatural kepada manusia merupakan dasar untuk mengetahui dan memahami diri Allah, karya, dan rencana-Nya bagi umat manusia. A.W. Tozer di dalam bagian pembukaan bukunya, Mengenal yang Maha Kudus, mengatakan bahwa gereja di dalam beberapa waktu terakhir telah kehilangan konsepnya tentang keagungan Allah dan menggantikannya dengan konsep yang begitu rendah dan hina yang sama sekali tidak layak bagi orang yang sungguh-sungguh mau berbakti dan berpikir. Ironisnya, gereja melakukan itu bukan dengan sengaja, melainkan sedikit demi sedikit, tanpa sepengetahuannya dan dalam ketidaksadarannya. Itulah sebabnya tidak mengherankan jika di dalam praktiknya, gereja telah kehilangan rasa gentar serta hormat akan kehadiran Ilahi. Gereja telah kehilangan semangat untuk berbakti dan tidak lagi sanggup berdiam diri dan menyediakan batin untuk bertemu Allah dengan khidmat.

b. Interprestasi semua fenomena dengan tepat
          Pandangan dan pengertian seseorang akan Allah akan sangat menentukan pandangan dan penilaiannya akan segala fenomena yang terjadi. Implikasinya akan sangat memberi arti signifikan di dalam penilaiannya terhadap segala tindakan moral dan sikap batin yang benar. Semua kesulitan di dalam pemahaman antar doktrinal di dalam iman Kristen atau kegagalan di dalam penerapan etika kristen apabila ditelusuri akan berpangkal pada pandangan yg kurang tepat dan kurang mulia tentang Allah. Dengan kata lain, banyak orang, baik disadari atau tidak, telah menetapkan presuposisi yang membentuk pandangan mereka tentang segala sesuatu berdasarkan pemahaman mereka tentang Allah.

c. Menghindarkan diri dari penyembahan berhala
         Banyak referensi di dalam Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa pengajaran Alkitab atau theologi bukanlah sesuatu yang dingin atau tidak ada kaitannya dengan kehidupan praktis, melainkan sesuatu yang vital bagi hal yang berkaitan dengan rohani, moral, dan kehidupan sosial umat manusia (bdk. 1 Tim. 1:3; 4:6, 16; 2Tim. 3:10, 16; 4:2-3). Pengajaran Alkitab tentang Allah akan membawa orang kepada pengetahuan yang benar tentang Allah yang hidup dan benar karena hanya dengan cara inilah seseorang dapat menghindarkan diri dari allah-allah dan menuju kepada Allah yang hidup dan benar tersebut (1Tes. 1:9). Ide atau gagasan yang salah tentang Allah merupakan sumber penyembahan berhala. Namun perlu dipertajam lagi bahwa ide atau gagasan itu sendiri sudah bersifat penyembahan berhala, menciptakan sesuatu di dalamnya dan menjadikan serta memperlakukannya sebagai Allah.

d. Relasi yang hidup dan nyata dengan Allah
          Terdapat relasi yang kuat antara apa yang dipahami tentang Allah dan hidup kerohanian. Hubungan yang benar dengan Allah harus diawali dengan pengetahuan secara intelektual tentang siapakah Allah dan apakah yang dikerjakan-Nya. Hal ini sangat mempengaruhi sikap, pandangan, dan tindakan seseorang dalam penyembahan dan penghormatan kepada-Nya. Pengenalan yang sejati tentang Allah akan membawa manusia kepada hubungan dan pergaulan yang benar, nyata, dan hidup dengan Allah. Manusia tahu di mana harus berdiri dan bagaimana harus bersikap di hadapan Allah.

e. Mendapatkan kehidupan yang berarti
           Pengertian akan Allah menjadi dasar pandangan terhadap semua realitas yang ada di dalam dunia ini. sejak awal, Alkitab mengemukakan bahwa diri Allah adalah sumber dari segala yang ada di alam semesta ini, “Pada mulanya Allah menjadikan langit dan bumi” (Kej. 1:1). Kalimat ini merupakan dasar dari segala pengertian kita tentang semua keberadaan. Tidak ada hal lain yang lebih penting dan utama dari hal ini. segala sesuatu yang lain yang dicatat di dalam Alkitab berdiri di atas dasar kebenaran penyataan ini, yaitu bagi mereka yang ingin mengetahui kebenaran. Tanpa adanya pengertian yg baik tentang Allah dan rencana-Nya sebagaimana yang dinyatakan di dalam Alkitab, maka kehidupan ini akan menjadi tidak berarti.
 
f. Demi keselamatan
            Di dalam bukunya, Knowing God, J. I. Packer mengatakan bahwa dunia ini menjadi asing dan tempat yang menyakitkan dan kehidupan di dalamnya adalah kehidupan yang penuh dengan kekecewaan dan tidak menyenangkan bagi mereka yg tidak mengenal Allah. Tanpa pengertian akan hal ini, seseorang hanya akan menyia-nyiakan kehidupannya dengan kehilangan jiwanya. Kristus memberikan defenisi tentang keselamatan dan kehidupan dalam kaitannya dengan pengenalan akan Allah. Di dalam doa-Nya, Ia mengatakan bahwa kehidupan kekal adalah mengenal Allah dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus Bapa (Yoh. 17:3); mengenal Allah adalah esensi dari kehidupan kekal itu. Kehidupan kekal tidak saja berbicara tentang kehidupan bersama Allah di sorga, melainkan mengetahui dan mengalami kehidupan itu saat ini dan di sini, yaitu kehidupan yang penuh arti, bertujuan di dalam rencana Allah.

PENYATAAN UMUM DAN PENYATAAN KHUSUS
        Pengertian tentang Allah sebagaimana seharusnya tidak dapat bersumber dari ide kesempurnaan yang ada pada manusia. Tidak ada satu substansi pun di dalam alam semesta yang dapat menggambarkan dengan utuh dan menjadi sempurna keberadaan Allah ini. Alkitab mengatakan, “Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?” (Yes. 40:18, 25). Semua upaya ini walaupun menghasilkan konsep ideal kesempurnaan yang sangat baik, tapi tetap tidak menyatakan keberadaan Allah sesuai dengan kenyataannya. Suatu gambaran berdasarkan hal yang diciptakan-Nya dan apa yang telah diciptakan-Nya ini bukanlah Allah. Ini adalah tindakan pelanggaran hukum kedua dari sepuluh hukum Taurat.
 
          Rahasia keagungan diri Allah tetap menjadi suatu misteri yang tidak akan mungkin dipecahkan oleh rasio, pengalaman, dan pembuktian manusia yg bersifat terbatas dan spekulatif. Alkitab tidak pernah mempermasalahkan atau mempertanyakan apakah Allah itu ada atau tidak ada, melainkan dengan jelas menyatakan bahwa Allah itu ada dan bahwa Ia menyatakan diri-Nya secara aktif (Kej. 1:1; Ayb. 23:3, 7-10; Ibr. 11:6; Rom. 1:16-20). Pengenalan akan Allah menjadi mungkin karena Allah sendiri di dalam kerelaan kehendak-Nya menyatakan diri-Nya sehingga dapat dikenal oleh manusia. Penyataan Allah itu sendiri dapat dibagi dua bagian, yaitu : Penyataan Umum (General Revelation) dan Penyataan Khusus (Special Revelation).

1. Penyataan Umum
           Penyataan Umum dimengerti sebagai cara Allah menyatakan keberadaan-Nya, kuasa-Nya, kebijaksanaan-Nya dan kekekalan-Nya kepada semua manusia tanpa kecuali sehingga mereka tidak dapat berdalih. Melalui cara ini, manusia harus mengakui bahwa Allah ada.
           Penyataan Umum memberikan aspek pengetahuan akan Allah, secara khusus akan eksistensi, kuasa, hikmat, dan kekekalan Allah kepada manusia. Meski demikian, Penyataan Umum memiliki keterbatasan karena tidak menyatakan segala sesuatu tentang pengertian akan diri Allah dan hal-hal rohani sepenuhnya, yang menjadi suatu dasar untuk membangun masa depan yang kekal.
           Penyataan Umum juga tidak dapat memberikan dasar yang cukup bagi agama-agama pada umumnya. Itulah sebabnya tidak mengherankan jika setiap kepercayaan mempunyai semacam acuan atau standar kebenaran sendiri yang kerap pula terlihat bertentangan satu dengan yang lainnya.
          Selain itu Penyataan Umum tidak dapat memenuhi kebutuhan rohani orang-orang berdosa. Penyataan Umum memang menyediakan dan memberikan pengetahuan mengenai kebaikan, kebijaksanaan, dan kuasa Allah tetapi tidak membawa pengetahuan apapun mengenai Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti Penyataan Umum tidak ada nilainya sama sekali. Dosa menyebabkan gambaran Penyataan Umum ini jadi kabur; maksudnya, tulisan tangan Sang Pencipta tidak terhapus seluruhnya tetapi menjadi kabur dan kacau. (Bdk. Kis. 17:23, 30; Rom.1:19-21.)
 
           Penyataan Umum memiliki beberapa kebenaran penting, yaitu Penyataan Umum memberikan unsur kebenaran umum di dalam setiap orang. Karena penyataan inilah semua orang merasa bahwa diri mereka adalah benih Allah (Kis. 17:28), mencari Allah kalau-kalau mereka dapat menemukan-Nya (Kis. 17:27), melihat di dalam alam kuasa dan zat ilahi-Nya yang kekal (Rom. 1:19-20) dan melakukan dengan sendirinya hal-hal yang berhubungan dengan hukum Taurat (Rom. 2:14). Meskipun manusia hidup di dalam kegelapan dosa dan kebodohan, memutarbalikkan kebenaran Allah, mereka tetap mendapat bagian dari terang Firman (Yoh. 1:9) dan dari pekerjaan umum Roh Kudus (Kej. 6:3)
 
            Penyataan Umum merupakan dasar bagi Penyataan Khusus. Penyataan Khusus ini tidak dapat dimengerti sepenuhnya tanpa Penyataan Umum.

2. Penyataan Khusus
           Selain Penyataan Umum, Alkitab memberikan pengertian adanya Penyataan Khusus. Alkitab itu sendiri adalah Penyataan Khusus Allah yang tertulis yang memberikan pengertian yang lebih spesifik tentang diri Allah.
           Penyataan Khusus menjadi penting karena adanya fakta keberdosaan manusia. Didalam keberdosaannya, manusia telah menjadi buta rohani, menjadi sasaran dari kesalahan dan ketidakpercayaan. Di dalam kondisi sedemikian, manusia gagal membaca dengan benar penyataan Allah yang tertinggal dan tidak mampu memahaminya lebih jauh.
          Di dalam Penyataan Khusus, manusia mengenal sifat dan karakter Allah secara lebih mendalam, yang tidak akan diperolehnya melalui Penyataan Umum. Di dalamnya ada pengetahuan akan rencana dan kehendak Allah sedalam-dalamnya. Penyataan Khusus ini dapat juga disebut sebagai Penyataan Penebusan karena penyataan ini menyatakan rencana Allah mengenai penebusan orang-orang berdosa dan dunia serta bagaimana rencana itu diwujudkan. Penyataan ini adalah alat pembaharuan manusia yang memberikan penerangan pada pikiran manusia dan mencondongkannya kepada hal-hal yang baik. Penyataan ini memenuhi pikiran manusia dengan kasih yang suci.
          Penyataan ini juga bukan hanya membawa kepada berita penebusan, tapi juga memperkenalkan fakta-fakta dari sifat penebusan. Penyataan ini tidak hanya memberikan pengetahuan yang berlimpah, tapi juga mengubah kehidupan orang-orang berdosa menjadi orang-orang yang suci.

PENUTUP
           Pengenalan dasar iman Kristen dimulai dengan mengenal Allah yang benar dan kesiapan hati untuk taat kepada-Nya. Karena mengenal Allah dan mengenal diri terkait erat, maka adalah kewajiban setiap orang untuk belajar mengenal Allah dengan benar, sehingga ia dapat memiliki harapan untuk mengenal dirinya dengan benar dan memahami makna keberadaanya di dunia ini, dan bagaimana seharusnya menjalani kehidupannya di dunia ini. Tidak ada study yang lebih mulia yang seharusnya dapat menarik perhatian anak-anak Allah dibandingkan dengan study ‘Pengenalan Allah’ ini, karena hanya dengan mengenal Allah dengan benar, baru kita dimungkinkan untuk hidup memperkenankan hati Allah. Amin.  
Soli Deo Gloria ? /nan1

FACEBOOK, SALAHKAH…???

FACEBOOK, SALAHKAH…???
Suatu Tinjauan Etika Kristen
Oleh: Fernando Tambunan
Disampaikan pada Kebaktian Persekutuan Akhir Pekan (PAP)
Departemen Pelayanan Pemuda Mahasiswa –YPDPA SUMUT
Sabtu, 03 April 2010



I. PENDAHULUAN

HARI gini nggak punya Facebook..? Itulah kalimat yang kerap dilontarkan sejumlah orang ketika mengetahui lawan bicaranya tak memiliki situs jejaring sosial Facebook. Memang sejak dua tahun lalu, berbagai macam situs jejaring sosial mewabah di Indonesia. Misalnya: Facebook, Twitter, MySpace, Multiply, Plurk, Hi5, Tagged, Friendster, Flixter, Jodoh Kristen, Yuwie, dll. Namun dari semua jejaring soasial tersebut terlihat facebook-lah yang paling fenomenal perkembangannya, jauh mengalahkan friendster yang sebelumnya mendominasi, hal ini mungkin terjadi selain karena fitur yang digunakan lebih disenangi juga karena profil pengguna di facebook kelihatanya lebih jujur dibandingkan situs sejenis lainnya.

Para penggunanya juga tidak memandang status, dari presiden Barrak Obama, SBY, anggota parlemen,menteri, rohaniawan, dosen, mahasiswa, siswa, lembaga-lembaga, sampai teroris juga mempergunakan layanan ini.

Karena perkembangan yang sedemikian fenomenal itu, saya tertarik untuk membahasnya secara khusus nantinya akan ditinjau dari sudut etika Kristen.


II. JEJARING SOSIAL

Pengertian Jejaring Sosial

Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.

Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.

Sejarah Jejaring Sosial

Sejak komputer dapat dihubungkan satu dengan lainnya dengan adanya internet banyak upaya awal untuk mendukung jejaring sosial melalui komunikasi antar komputer.

Situs jejaring sosial diawali oleh Classmates.com pada tahun 1995 yang berfokus pada hubungan antar mantan teman sekolah dan SixDegrees.com pada tahun 1997 yang membuat ikatan tidak langsung. Dua model berbeda dari jejaring sosial yang lahir sekitar pada tahun 1999 adalah berbasiskan kepercayaan yang dikembangkan oleh Epinions.com, dan jejaring sosial yang berbasiskan pertemanan seperti yang dikembangkan oleh Uskup Jonathan yang kemudian dipakai pada beberapa situs UK regional di antara 1999 dan 2001. Inovasi meliputi tidak hanya memperlihatkan siapa berteman dengan siapa, tetapi memberikan pengguna kontrol yang lebih akan isi dan hubungan. Pada tahun 2005, suatu layanan jejaring sosial MySpace, dilaporkan lebih banyak diakses dibandingkan Google.

Jejaring sosial mulai menjadi bagian dari strategi internet bisnis sekitar tahun 2005 ketika Yahoo meluncurkan Yahoo! 360°. Pada bulan juli 2005 News Corporation membeli MySpace, diikuti oleh ITV (UK) membeli Friends Reunited pada Desember 2005. Diperkirakan ada lebih dari 200 situs jejaring sosial menggunakan model jejaring sosial ini.

Layanan Jejaring Sosial

Banyak layanan jejaring sosial berbasiskan web yang menyediakan kumpulan cara yang beragam bagi pengguna untuk dapat berinteraksi seperti chat, messaging, email, video, chat suara, share file, blog, diskusi grup, dan lain-lain. Umumnya jejaring sosial memberikan layanan untuk membuat biodata dirinya. Pengguna dapat meng-upload foto dirinya dan dapat menjadi teman dengan pengguna lainnya. Beberapa jejaring sosial memiliki fitur tambahan seperti pembuatan grup untuk dapat saling sharing didalamnya.

Facebook©
Facebook termasuk dalam kategori situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, Multiply, Yuwie, dll yang menyediakan media bagi para penggunanya untuk saling bertukar informasi dan berinteraksi. Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard University, Mark Zuckerberg. Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Awalnya para penggunanya hanya dikhususkan bagi para mahasiswa di kampus Harvard University. Lalu kemudian diperluas ke sejumlah kampus di wilayah Boston (Boston College, Boston University, Northeastern University, Tufts University) dan kampus-kampus lainnya seperti Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, and Ivy League. Menyusul kemudian sejumlah kampus lain di AS. Akhirnya, penggunanya lebih diperluas lagi ke sejumlah kampus lain di seluruh dunia. Tanggal 11 September 2006, Facebook membuat satu langkah penting dengan mengizinkan aksesnya ke seluruh netter yang mempunyai alamat email valid, namun, dengan pembatasan usia.

Berdasarkan analisa yang dilakukan, dari semua situs jejaring sosial bahkan situs lainnya,terlihat bahwa facebook menjadi situs yang paling banyak dibuka. Betapa tidak, dalam kurun waktu satu tahun, Facebook mampu menyedot perhatian puluhan juta masyarakat Indonesia.

Data berbicara saat ini ada sekitar 175 juta profil aktif di situs Facebook dan setiap profil rata-rata memiliki 120 teman.

Durasi pengaksesan profil berjumlah sekitar 3 miliar menit/hari dan lebih dari 18 juta pengguna meng-update profilnya setiap hari.

Menurut data, facebook saat ini berada di urutan ke-5 peringkat global yang dikunjungi setelah Google, Yahoo, Youtube dan Live.

Dari situs ini Mark Zuckerberg seorang pemuda yang berusia 24 tahun, sampai tahun 2009 meraup keuntungan mencapai $ 1, 5 Milyar atau sekitar Rp 13,95 triliun.

Beberapa Manfaat Facebook
Menjalin relasi bisnis dan networking. Penelitian yang dilakukan Firma Demos menunjukkan situs jejaring sosial membantu pekerja dalam mencari relasi bisnis dan bisa mendongkrak penjualan produk perusahaan.

Pencarian informasi lowongan pekerjaan, tempat-tempat wisata, dan lain-lain. Layaknya milis, (mailing list), berbagai informasi dari teman juga dapat diunduh dari situs jejaring sosial.

Online shopping. Tidak sedikit anggota situs jejaring sosial yang memanfaatkan laman (web) untuk mengiklankan produk niaganya.

Kampanye politik. Keberhasilan Barrack Obama dalam meraih kursi kepresidenan juga tidak lepas dari dukungan situs jejaring sosial. Akibat peristiwa ini, pamor situs jejaring sosial membumbung tinggi.

Konsultasi pendidikan. Situs jejaring sosial juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara mahasiswa dan dosen, terlebih jika dosen berada di luar kota.
Menggalang suatu gerakan. Bebasnya Bibit Riyanto Samad dan Chandra Hamzah, serta lolosnya Prita Mulyasari dari jeratan hukum yang dilayangkan RS Omni Internasional, tak lepas dari peran Facebook

Mencari Teman Lama/keluarga, Komunikasi dengan keluarga dan teman yang sudah bertahun-tahun tidak ketemu

Mencari Teman Baru, Dengan keberadaan data anda di Facebook, setiap orang bisa membaca. Bahkan dibuat lebih rinci, seperti hobby, kegiataan dan lainnya. Anda dapat memberikan informasi kegiatan anda kepada orang lain yang kebetulan bertemu. Mereka yang memiliki ketertarikan dibidang yang sama dapat saling berbagi informasi. Dan hal ini bisa membangun LDR (Long Distance Relationship)

Ajang pencarian jodoh. Berhubung tersedia ruang untuk menampilkan profil diri, secara tidak langsung situs jejaring sosial bersifat "mengiklankan diri". Status seseorang, misalnya masih sendiri atau sudah berpasangan, akan terlihat dalam situs jejaring sosial. Hal ini tentunya akan menguntungkan bagi orang yang sedang mencari pasangan.
dll.

Dampak Negatif Facebook

Selain hal positif diatas, ada beberapa hal negatif yang ditimbulkan oleh situs-situs jejaring sosial (khususnya facebook) antara lain:

- Penipuan
- Penculikan
- Pengumpatan/Penghinaan
- Perjudian (Game Online)
- Lupa waktu (dikendalikan oleh FB)

Korban-Korban Facebook-an

Dua ibu yang hadir dalam tayangan Barometer SCTV, Rabu (17/2), mengaku kehilangan putri-putri mereka yang diduga sebagai korban pergaulan situs jejaring Facebook. Tasmiwati ditinggal putrinya bernama Yuli yang baru berusia 14 tahun. Ketika itu Yuli diketahui menghabiskan hari bersama teman-temannya. Warga Limo, Depok, Jawa Barat ini kemudian berpisah dari rekan sekolah untuk bertemu dengan orang asing. Sejak saat itu Yuli tak kembali ke rumah.

Belum lama ini, sebanyak empat siswa SMAN 4 Tanjung Pinang terpaksa dikeluarkan lantaran menghina seorang gurunya melalui Facebook lantaran tak mengerjakan PR. Seakan menjadi sarana bebas berekpresi, keempat siswa tersebut mengumpat habis-habisan pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah mengajarkan ilmu selama ini.
Keberadaan situs-situs jejaring sosial sempat menuai kritik karena dianggap kurang mendidik dan menyebabkan kecanduan. Seringkali orang menjadi lupa waktu dalam mengakses situs jejaring sosial dan dapat teralienasi dari kehidupan nyata.

Lalu apa yang harus dilakukan agar Facebook tidak merugikan penggunanya?

Ada tiga komponen pengaman:
Pertama, dengan komponen teknis berupa penyediaan piranti lunak pengaman. Firewall misalnya. Perangkat lunak ini dapat diletakkan antara internet dan jaringan internal. Tujuan firewall yaitu untuk membantu pengguna internet membatasi akses keluar-masuk pihak yang tak diharapkan.

Kedua, Sementara komponen kontrol bisa dijalankan pemerintah dengan mengeluarkan regulasi. Salah satunya dengan penerapan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sayang, penerapan UU ITE sendiri masih mengalami kendala karena isinya belum 100 persen bisa melindungi hak pengguna teknologi. Hingga kini UU ITE terus direvisi oleh pemerintah.

Ketiga adalah komponen nonteknis, yaitu pengendalian pengguna. Inilah yang paling menentukan. Termasuk di dalamnya peran keluarga mendampingi pengguna internet di bawah 18 tahun ketika mengakses Facebook atau situs jejaring sosial sejenisnya. Para pengajar di sekolah pun harus lebih tegas dalam menerapkan aturan bagi siswa yang makin terbuka terhadap teknologi.


III. TINJAUAN ETIKA KRISTEN
Bagaimanakah tinjauan etika Kristen terhadap situs-situs jejaring sosial? Ini adalah suatu tantangan yang harus dijawab, karena harus disadari situs jejaring sosial secara khusus facebook telah masuk dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekedar gaya hidup namun sudah menjadi suatu kebutuhan. Bukan hal yang aneh lagi kalau persekutuan/gereja membuat profilnya di situs jejaring social, bahkan hamba-hamba Tuhan juga memakai facebook untuk memberikan pelayanan atau hanya sekedar ‘ikut-ikutan’ dalam mengimbangi kemajuan teknologi.

Kata etika berasal dari kata ‘ethos’ (Yunani) artinya kebiasaan, adat-istiadat dan kesusilaan. Secara umum etika adalah ilmu yang menyelidiki dan memberikan norma/pedoman bagaimana manusia bertingkah-laku yang baik dalam segala aspek kehidupannya sehari-hari. Etika juga kadang disamakan dengan moral (latin=mores-mose) artinya norma, adat dan kebiasaan untuk menentukan sifat suatu tindakan, benar atau salah. Tetapi pengertian etika lebih dalam dan lebih luas dari pada arti moral, karena etika mencakup motivasi dalam bertindak, sedangkan moral lebih menekankan pada wujud dari perbuatan.

Dari pengertian diatas kita akan melihat bagaimana tinjauan etika Kristen terhadap situs jejaring social, secara khusus facebook.

Sebenarnya secara umum tidak ada yang salah dalam situs jejaring sosial, anak-anak Tuhan justru disarankan untuk menguasai teknologi dan memanfaatkannya (untuk hal yang fositif tentunya) {Kejadian 1:28}. Namun perkembangan teknologi harus diimbangi dengan sumber daya manusia. Jika tidak, kecanggihan teknologi akan menjerumuskan kita kepada hal-hal negatif.

Ibarat sebilah pisau, jika digunakan juru masak ataupun penjual buah benda tersebut akan bermanfaat. Namun jika digunakan pihak yang ingin berbuat kejahatan, pisau pun menjadi benda berbahaya dan mengancam keselamatan orang lain. Jadi, tidak ada yang salah dengan Facebook atau jejaring sosial lainnya, selama para user bisa menggunakan dengan mengedepankan norma dan etika.

Yang menjadi masalah adalah apakah kita sudah benar dalam mempergunakan situs jejaring sosial? Kalau kita selidiki masing-masing setiap orang yang mempergunakan situs jejaring sosial, manakah yang lebih banyak anda lakukan, online dengan browsing di facebook atau baca Alkitab? Mana lebih dulu kita lakukan, ketika bangun pagi hari buka Alkitab atau buka facebook?

Pengalaman saya ketika melayani diberbagai persekutuan sebagai pembicara, pada saat khotbah banyak jemaat yang asyik dengan hp-nya yang ternyata sedang browsing membuka situs facebook, tidak jarang ketika membaca ‘status’ di facebook ada komentar misalnya: “huh..!! ntah apapun yang dikhotbahkan…??, sangat tidak menarik…”. Selain sebagai evaluasi bagi para pembicara, saya melihat bahwa kebebasan berekspresi sepertinya sudah kelewat batas. Apa yang seharusnya dilakukan dalam ibadah? Ini harus menjadi peringatan bagi orang-orang yang sering online. Ibadah seharusnya adalah ibadah, bukan asyik browsing pada saat ibadah.

Dunia Maya dan Dunia Nyata

Banyak orang berpendapat bahwa dunia maya atau cyber itu sangat berbeda jauh dengan dunia nyata yang kita jalani, termasuk itu orang-orang Kristen yang menyatakan dirinya adalah pengikut Kristus. Kalau kita melihat pengertian dari jejaring sosial di atas, maka pendapat tersebut ada benarnya. Karena dalam dunia maya, kita tidak bertatap muka atau berhadapan langsung secara nyata seperti bagaimana kita berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi kita berhadapan dengan sebuah mesin yang berusaha menyampaikan pesan dari seseorang yang memberikan pesan.

Tapi mari saat ini ijinkan saya bertanya kepada kita semua, apakah bahwa apa yang kita tampilkan dalam jejaring sosial tersebut bukanlah sesuatu yang nyata? Baik itu tulisan, - yang merupakan wakil dari perkataan kita-, gambar yang bisa dilihat orang, atau hal-hal lain yang kita tampilkan yang dapat mempenagruhi orang dalam hidupnya atau juga yang dapat mempengaruhi penilaian orang terhadap diri kita. Mungkin kita berkata: “ tapi kan itu hanya main-main saja, hanya tulisan, bukan hal yang nyata dalam kehidupan sehari hari”. Mungkin anda benar tapi mungkin juga tidak. Sebagai perbandingan mari kita lihat tulisan orang yang diterbitkan dalam sebuah buku. Apakah itu tidak mencerminkan pandangannya atau mewakili sebagian dari dirinya. Jadi kalau kita ikut terlibat dalam dunia maya jejaring sosial, itu sudah mewakili sebagian dari diri kita. Atau bila apa yang ditampilkan di dunia maya berbeda dengan dirinya yang ada di dunia maya, maka apa yang ada di dunia maya tersebut adalah sebagian dari dirinya yang tidak bisa dia tunjukkan dalam kehidupan dunia nyata.

Orang yang kurang diperhatikan dalam dunia nyata akan berusaha mencari cara agar dia di perhatikan di dalam dunia maya. Kita ambil kasus dalam facebook. Bila dalam dunia nyata, seseorang merasa kurang mendapat perhatian, maka dia akan berusaha menciptakan sesuatu yang berusaha mencari perhatian orang atau tanggapan orang. Akan berusaha melakukan posting-posting yang unik atau yang menjadi sebuah sensasi dengan harapan orang akan memberikan respon. Maka dari itu dia akan memperoleh kepuasan tersendiri. Itu sama halnya dengan kehidupan nyata, orang akan melakukan hal-hal unik untuk mencari perhatian orang.

Bagaimana Seharusnya Mempergunakan Situs Jejaring Sosial?

Mari kita membaca Efesus 5:1-21, secara khusus ayat berikut ini: Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (v.15,16).
Seperti yang sudah saya paparkan diatas tadi, bahwa secara umum tidak ada yang salah dalam penggunaan situs jejaring sosial (facebook). Namun seperti apa yang diperingatkan oleh Paulus kepada jemaat di Efesus bahwa kita harus memperhatikan bagaimana kita hidup, apakah kita mempergunakan waktu kita untuk hal-hal yang berguna atau sia-sia. Sering orang yang mempergunakan facebook menjadi lupa waktu dan malah dikendalikan oleh facebook, rasanya tidak lengkap hidupnya dalam satu hari kalau tidak berurusan dengan facebook. Apa yang diperingatkan Paulus dalam Roma 6:12, hendaknya menjadi peringatan juga bagi kita, Paulus berkata: “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.”

Karena itu dalam mempergunakan situs jejaring sosial, manfaatkalah itu untuk hal-hal yang positif dan membangun, misalnya: sebagai sarana penginjilan, memotivasi/meneguhkan dan menolong orang lain melalui posting-posting yang sifatnya dapat meneguhkan atau memotivasi orang lain agar berpengharapan dan memuliakan Tuhan, Paulus dalam Efesus 4:29 berkata: “janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”, manfaatkanlah fitur yang ada misalnya fitur chating untuk sharing, konseling, atau diskusi tentang masalah pribadi,pelayanan bahkan untuk belajar firman Tuhan, bukan untuk perkataan-perkataan kosong yang tidak berarti sama sekali. Situs jejaring sosial bisa juga dimanfaatkan untuk mengundang orang lain mengikuti PA atau kebaktian.

Banyak manfaat positif lain yang bisa kita pergunakan dalam situs jejaring sosial, sekarang maukah Anda untuk memanfaatkanya secara positif? “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Mat 5:16)


IV. PENUTUP

Walaupun menyajikan segudang manfaat, sebaiknya batasi waktu dalam mengakses situs jejaring sosial. Sebab, kehidupan yang sesungguhnya ada di luar sana, bukan terkungkung dalam layar computer. Karena itu renungkanlah: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23).
Maka ketika menggunakan situs jejaring sosial ingatlah apakah Anda mempergunakannya untuk Tuhan? Kalau Anda melakukan itu untuk Tuhan maka pergunakanlah itu sebagai hormat dan kemuliaan bagi Dia. Soli Deo Gloria..!! Amin


http://pemudaypdpa.blogspot.com

Thursday, 23 June 2011

DIRANCANG BAGI KEMULIAAN

DIRANCANG BAGI KEMULIAAN

Pertanyaan tentang siapakah manusia dan apa artinya menjadi manusia mungkin sudah sangat sering kita dengar dan bahkan kita pertanyakan, banyak orang Kristen yang memiliki pengetahuan Alkitab yang kuat dan baik, mempunyai komitmen doktrinal yang ortodoks, juga gagal menangkap pengertian yang dikatakan Alkitab tentang diri mereka.

Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa keselamatan yang kita miliki di dalam Kristus merupakan anugerah dari Allah. Kita tahu bahwa kita selamat bukan karena usaha kita tetapi karena kita dipilih sebelum dunia diciptakan, dan kita juga tahu bahwa kita menerima keselamatan yang tak dapat hilang. Namun demikian apakah kita tahu apa yang harus kita lakukan setelah kita diselamatkan?

Kita diciptakan Allah untuk menjadi ciptaanNya yang memiliki harkat/kemuliaan dan Allah tidak membiarkan rancanganNya bagi kita itu menjadi gagal karena kejatuhan kita dalam dosa. Di dalam Kristus, Ia membawa kita kembali ke dalam kemuliaan, sesuai dengan rancangan-Nya.

Kehidupan manusia seharusnya tidak boleh sama sebelum dan sesudah kita dilahirbarukan. Ada kesempatan baru yang sudah Tuhan bukakan dan ada pula sarana untuk memanfaatkan kesempatan yang sudah Tuhan sediakan. Ada medan peperangan yang sudah Tuhan persiapkan dan ada pula berkat yang sudah Tuhan curahkan dan yang harus kita syukuri. Dan di puncak segalanya, ada Kristus yang telah menggenapi apa yang harus digenapi dan yang akan datang kembali untuk kita.

Jhon Calvin dalam bukunya “The Institutes of the Christian Religion”, dengan baik mengamati bahwa kita mengerti siapa diri kita hanya didalam terang siapa Allah itu. Allah adalah sang pencipta dan kita ciptaanNya. Tanpa memandang diri kita melalui terang ini, kita tidak akan pernah dapat menangkap apa artinya menjadi manusia. Pada saat yang sama Calvin percaya bahwa kita hanya dapat mengerti Allah sebagaimana kita mengerti diri kita. Sebagai puncak dari ciptaanNya, manusia menyatakan Allah secara lebih menakjubkan dibandingkan dengan ciptaan lain. Karena alasan inilah, kita mengerti diri kita bila kita belajar tentang Allah, dan kita mengerti Allah bila kita belajar tentang diri kita.

Anda mungkin sudah sering mendengar fabel mengenai anak elang yang dipelihara oleh induk ayam. Sejak kecil, ia diajari dan hidup di antara para ayam. Suatu saat ketika usia beranjak tua, ia berbaring di padang sambil memandangi langit. Ia melihat seekor elang terbang dengan gagah. Lalu ia berangan-angan seandainya bisa terbang seperti itu. Tiba-tiba seekor ayam menghampirinya dan mengatakan bahwa angan-angannya hanyalah mimpi belaka karena elang adalah raja di antara segala raja burung. Akhirnya, elang tua itu mati tanpa menyadari keberadaan sesungguhnya.

Kebanyakan orang Kristen memiliki kehidupan seperti elang tersebut. Ia dilahirkan, dididik dan diajar di tengah orang dunia sehingga tanpa disadari menerima nilai yang mereka tawarkan. Akibatnya, ia menganggap diri sama dengan dunia. Contohnya, menurut pandangan dunia, anak dapat dikatakan berhasil menjadi ‘orang’ jikalau sudah mandiri, memiliki keluarga sejahtera bahkan berkelebihan. Orang Kristen cenderung menerimanya tanpa menyadari bahwa konsep Alkitab sangat berbeda.
Orang Kristen seharusnya percaya bahwa Tuhan mengasihinya hingga selalu memberi yang terbaik yaitu berada dalam Kerajaan Sorga. Setelah memilih, menebus dan menjadikannya sebagai anak, lalu mengapa Tuhan tak segera memanggilnya pulang? Seringkali muncul pendapat bahwa memang belum saatnya. Namun Alkitab tak mengatakan seperti itu.

Selain itu, orang Kristen seharusnya selalu siap dipanggil kembali oleh Tuhan karena percaya bahwa sekali diselamatkan, kelak pasti masuk Sorga. Kenyataannya, seringkali timbul keraguan karena ada perasaan malu bertemu denganNya akibat dosa. Dalam hidup, manusia termasuk orang Kristen sebenarnya makin mempermalukan-Nya. Contohnya, kebanyakan mahasiswa Kristen sangat cinta Tuhan hingga rela meluangkan waktu dan persembahan demi pelayanan, baik di kampus,persekutuan maupun Gereja. Tapi setelah masuk ke dunia kerja, mereka mulai meninggalkannya bahkan ada yang ‘menjual iman’. Menurut pandangan manusia, orang semacam itu lebih baik dipanggil pulang ketika masih kuliah karena setelah masa tersebut, kesaksian hidupnya membuat Allah makin terhina.

Dalam Flp 1:20-25 Paulus dengan jelas menyatakan alasan Tuhan tak segera memanggil orang Kristen pulang. Saat menulis surat Filipi, ia berada di penjara. Nasibnya belum dapat dipastikan, entah dibebaskan atau dihukum mati. Tapi, di ayat 25 ia mengatakan, “Dan dalam keyakinan ini (bahwa lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu) tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman.” Dengan kata lain, ia berani memastikan dirinya dibebaskan karena tugas belum selesai. Dan yang dikatakannya sungguh terjadi. Ia masih harus menguatkan dan mengajar serta menulis beberapa surat antara lain untuk jemaat di Roma, Korintus, Titus, Filemon, Timotius dll.

Saat menulis surat kedua untuk Timotius, Paulus juga berada di penjara. Namun ia tak berkeyakinan akan tetap hidup seperti dulu Tuhan telah melepaskannya (2 Tim 4:6). Dan sekali lagi perkataannya benar. Ia dipenjara sampai mati dipenggal. Di ayat 7-8 ia mengatakan , “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya.” Dengan kata lain, tugas Paulus selesai dan kelanjutannya akan diserahkan pada Timotius. Itulah saatnya pulang ke rumah Bapa.

Nilai pernyataan tersebut berada 1 tingkat di bawah seruan Tuhan sewaktu menjelang kematianNya di kayu salib, “Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu.” (Luk 23:46) Menurut Pdt. Stephen Tong dalam buku ‘Tujuh Perkataan Salib’, kalimat tersebut menunjukkan bahwa Yesuslah Tuhan. Sedangkan Paulus tetap manusia berdosa sehingga tak berhak berkata seperti itu. Namun kalimat Paulus mungkin sekali diungkapkan oleh semua orang Kristen. Beberapa bagian Alkitab menunjukkannya antara lain:

Pertama, Kej 1: 26, 28. Di ayat 26 Allah mengatakan bahwa manusia dicipta menurut gambar dan rupaNya. Sedangkan ayat 28 menjelaskan mengenai 2 tugas khusus manusia yaitu: (1)”Beranakcuculah dan bertambah banyak;” (2)”Penuhilah bumi dan taklukkanlah itu.” Dan hanya manusia yang didesign untuk menyelesaikannya. Semua yang ada di dunia hingga kini merupakan hasil penaklukkan manusia terhadap bumi. Binatang juga berkembang biak tapi tak mampu menaklukkan bumi. Sebaliknya, malaikat yang belum ataupun telah jatuh ke dalam dosa, dengan sangat mudah dapat menaklukkan tapi tak mampu memenuhi bumi karena memang tak kawin dan dikawinkan (Mrk 12:25).

Anselmus dalam bukunya ‘Cur deus homo’ mengatakan bahwa Allah mencipta malaikat dalam jumlah tetap. Kemudian sebagian malaikat melawanNya. Maka Ia mencipta manusia dan jumlah orang percaya sama dengan jumlah malaikat pemberontak. Dengan kata lain, manusia diselamatkan untuk menggantikan malaikat pemberontak.

Dari ayat tersebut tampaklah karakter Allah yang tak pernah mencipta tanpa tujuan. Con¬tohnya, burung dicipta bersayap karena Ia menghendakinya memenuhi udara. Demikian pula ikan bersirip supaya dapat berenang dan hidup memenuhi air. Alam semesta dicipta sedemikian luas hingga memuat beberapa galaxi selain Bima Sak¬ti (matahari + 9 planet).

Carl Sagan, ilmuwan atheis, menulis novel ‘Contact’. Ada 1 dialog diulang 3 kali yaitu mengenai seandainya hanya Bumi yang didiami manusia, betapa mubazirnya alam semesta. Menurut Rm 1:18-20, alam semesta harus luas hingga tak seorang pun mengetahui ujungnya dengan pasti karena Allah menghendaki walaupun tak dapat melihatNya secara langsung, manusia mengakui, gentar, hormat serta percaya akan kuasa dan keilahianNya. Bahkan orang atheis takkan mampu berdalih. Sebaliknya malah harus menekan kebenaran bahwa alam semesta diciptakan oleh Allah. Jikalau Ia tak mencipta manusia, barulah alam semesta menjadi mubazir karena binatang takkan mampu melihat kemuliaanNya. Sedangkan malaikat tak membutuhkan-nya karena sering menyaksikan kuasa kemuliaanNya. Manusia memang unik. Setelah diciptakan, Adam dan Hawa ditempatkan bukan di Sorga melainkan di taman Eden. Sehingga walaupun Ia menjumpai dan menyapa, mereka tak dapat melihatNya. Namun manusia tetap tak punya alasan untuk meragukanNya.

Kedua, Ef 2:8-9. Ada tugas khusus yang Allah berikan hanya pada orang percaya karena tak semua manusia mampu menyelesaikannya. Ef 2:1-10 merupakan salah satu penjelasan terbaik tentang predestinasi. Puncaknya ada di ayat 8–9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Kemudian Paulus melanjutkan dengan ayat 10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya"yang merupakan alasan tak semua orang dipilih Tuhan. Ironisnya, banyak orang Kristen tak terlalu interested karena mengharapkan jawaban berupa kata sifat. Misalnya, karena lebih baik, dermawan dsb. Atau, karena miskin dan tak berkemampuan sehingga Tuhan merasa kasihan lalu memilihnya. Namun alasan pemilihan justru berupa kata kerja. Tuhan pernah mengatakan, “Kamu (dan hanya kamu) adalah garam dunia. Kamu (dan hanya kamu) adalah terang dunia.” (Mat 5:13, 14) Dalam 1 Ptr 2:9 ditegaskan, “Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.”

Ketiga, Rm 11:26. Orang Kristen sesungguhnya mengetahui tujuan hidup. Menurut Katekismus singkat Westminster, tujuannya ialah memuliakan Tuhan dan menikmatiNya selamanya. Menurut buku ‘Social Teaching of Christian Churches’, karakter Allah terpenting bagi Martin Luther ialah kasih. Tapi bagi John Calvin, kasih dan anugerahNya pada umat pilihan sekaligus keadilan dan murkaNya terhadap orang dunia yang harus binasa, menuju kepada kemuliaan Allah. Dalam Yoh 17:4 dijelaskan pengertian memuliakanNya.

Keempat, 1 Kor 12:27. Firman menyebut orang percaya sebagai tubuh Kristus. Sehingga tiap anggota mempunyai tugas unik dan tak tergantikan bahkan sesama anak Tuhan tak dapat mengerjakannya sebaik orang itu sendiri. Maka mereka diperlengkapi secara khas dengan segala talenta, kelebihan dan kekurangan.

Banyak orang Kristen bergumul mencari kehendak Tuhan tapi tak berhasil mendapatkan. Mungkin sekali karena mereka sebenarnya tak percaya dengan sungguh. Seringkali mereka berpikir seperti ayam yang meminta petunjukNya, di mana ia harus mencari cacing. Namun ketika Tuhan menghendakinya terbang menyatakan kemuliaanNya, ia berusaha melarikan diri karena merasa kehendakNya sangat tak masuk akal. Abraham berani meninggalkan tanah leluhur karena percaya akan janjiNya (Kej 12:1-3). Dalam Ibr 11:24-27 dijelaskan alasan Musa meninggalkan Mesir dan masa depan yang lebih baik. Mereka dengan jelas mengerti mana yang lebih mulia.

Seandainya elang yang terbang itu turun menemui elang tua untuk mengajaknya terbang bersama, elang tua pasti sulit percaya bahwa dirinya sama dengan elang itu. Realisasinya, ia terus berusaha membantah dan tetap menganggap dirinya adalah ayam.

Manusia pasti marah ketika orang lain menghina atau tak memperlakukannya secara wajar. Ironisnya, seringkali ia menempatkan diri jauh di bawah panggilan-Nya. Contohnya, ketika mendengar janjiNya pada Abraham bahwa Tuhan akan memberi keturunan, Sara malah tertawa. Padahal seharusnya ia bersukacita dan memuji Tuhan karena keinginannya terkabul. Ia menganggap janji tersebut sangat mustahil karena usianya tak memungkinkan untuk mengandung. Tiap orang tentu menginginkan kehidupan yang berarti. Tapi seringkali sulit mempercayai bahwa dirinya sangat istimewa di hadapan Tuhan.

Banyak orang menganggap Firman sangat teoritis dan tidak relevan dengan kehidupan. Ada 2 kemungkinan penyebab yaitu: (1)Firman terlalu tinggi; (2)standard hidup ditempatkan terlalu rendah. Jikalau orang Kristen ingin sukses dalam hidup sesuai kehendakNya maka hanya Firman yang dapat memberikan iman bahwa kesuksesan bukan di tangan manusia. Firman memang ditulis hanya untuk warga Kerajaan Sorga yang masih harus hidup di dunia. Jikalau status tersebut ditolak maka Alkitab takkan berbicara banyak.

Biarlah kita yang mengaku sebagai Anak Allah semakin menyadari bahwa kita dirancang Allah dengan satu tujuan untuk memuliakan-Nya, sementara kita menunggu kembalinya Kristus, kita dipanggil untuk menderita bagi Dia. Setiap orang percaya menanggung penderitaan dan kesuakaran demi Kristus. Tetapi ini semua hanya salah satu sisi. Allah juga telah memberikan penghiburan untuk menolong kita di dalam melewati penderitaan. Ia membuka mata kita agar kita dapat melihat masa depan yang mulia; Ia memberi kita RohNya; Ia menyiagakan kita untuk menerima rencanaNya yang sempurna. Saat kita memegang penghiburan ini di depan mata kita, kita akan dapat menanggung penderitaan yang terburuk, kita tetap bisa bertahan sampai kita tiba disorga. Amin. by: /nan1

Sumber :
1. Pratt, Richard L.Jr., DESIGNED FOR DIGNITY , Momentum 2002
2. Ongkowidjojo, Hendry, Khotbah ‘Design for Dignity’, GRII Andhika Surabaya, 2002