Welcome

Bekerjalah Untuk Makanan Yang Tidak Dapat Binasa....!!!
Showing posts with label Khotbah. Show all posts
Showing posts with label Khotbah. Show all posts

Tuesday, 5 July 2011

PENTINGNYA SAAT TEDUH


PENTINGNYA SAAT TEDUH 
Nats: Daniel 9:1-8
Disampaikan pada ibadah PA PERMATA GBKP Psr. 2  thn 2010


I.       Pendahuluan
Nats yang kita baca tadi menjelaskan bagaimana Daniel memperhatikan dalam kitab Yeremia jumlah tahun lamanya orang Israel di buang, dan lamanya adalah 70 tahun, jumlah itu membuat Daniel bersujud kepada Allah, dan berdoa. Daniel pertama menyatakan permohonan yg diawali dengan pengangungan kepada Tuhan, dilanjutkan dengan pengakuan dosa, dan permohonan.

Bagian ini menggambarkan apa yang selama ini kita sebut dengan Saat Teduh…
Siapa diantara kita yang sudah melakukan saat teduh dengan teratur?.. teratur bang sekali sebulan, atau sekali setahun…? J


II.    Pembahasan

A.    Apa itu Sa Te? Pengertian:
Saat Teduh adalah waktu yang disediakan bagi Tuhan setiap hari secara teratur untuk menikmati persekutuan yang indah dengan Tuhan, berbicara dalam doa, mendengarkan apa yang Dia katakan kepada kita melalui firmanNya (Maz. 119:147-148;  63:2))

Saat teduh adalah saat di mana kita benar-benar menyediakan waktu secara khusus dan fokus untuk berkomunikasi dengan Allah, melalui perenungan firman Tuhan dan doa Saat teduh adalah saat di mana kita benar-benar datang kepada Tuhan dan berkata secara bertanggungjawab, “Inilah aku Tuhan. Saya siap untuk mendengarkan Engkau berbicara kepada anakmu ini.”

Mengapa saya mengatakan bahwa saat teduh adalah waktu secara khusus dan fokus?
Pertama, kita harus benar-benar menyediakan waktu secara khusus untuk bersaat teduh. Kita bukannya menyelipkan waktu untuk bersaat teduh: saat kita sedang tidak ada pekerjaan pada pukul 2 siang di rumah atau di kantor, saat kita masih memiliki sedikit waktu atau masih sempat untuk bersaat teduh karena hari ini tidak bangun kesiangan – jika tidak sempat ya sudah, berarti “pass” untuk hari ini, atau jika pada malam hari kita sedang merasa tidak terlalu lelah dan tidak ada film yang bagus untuk ditonton di TV. TIDAK!!!! Kita harus berdisiplin. Kita harus telah secara khusus menyediakan waktu untuk saat teduh. Dan tidak boleh ada badai apapun yang boleh menghalangi kita untuk tetap setia pada janji akan waktu untuk bersaat teduh. Bahkan, ada satu ungkapan yang mengatakan “no bible, no breakfast”. Wow… ! Jika memang harus begitu, berapa banyak dari kita yang akan celaka karena kelaparan yach.

Kedua, kita harus fokus. Kita harus meletakkan semua permasalahan kita, semua keluh kesah kita, semua keberatan kita dalam doa sebelum kita memulai untuk bersaat teduh. Menjadi seperti Maria, yang duduk diam di kaki Yesus. Jika kita masih berpikir untuk harus menelpon si A nanti pagi ini, atau harus memasak air untuk mandi pagi ini, atau masih memikirkan tentang daftar tugas-tugas yang harus diselesaikan hari ini, berarti kita belum terfokus.

Mulailah dengan doa. Letakkan semua kelemahan kita di hadapan-Nya. Katakan dengan jujur keadaan kita hari ini pada Dia yang setia, yang mengerti isi hatimu yang terdalam. Beritahu Dia bahwa pagi ini kita bangun dengan kepala yang sakit, leher yang kaku, atau hal lainnya. Mintalah Dia untuk membimbing kita pada renungan hari ini, mintalah iluminasi (=penerangan) Roh Kudus agar kita dapat mengerti secara jelas firman Tuhan hari ini, mintalah agar kita memiliki hati yang mau mendengar dan juga taat kepada firman Tuhan.

B.     Pentingnya Sa Te

1.      Meneladani Tuhan Yesus (Mark 1:35).
Ia menunjukkan, betapa Ia menikmati persekutuan dengan BapaNya, meskipun pada hari sebelumnya Ia sibuk sekali. Tetapi keesokan harinya Ia bangun pagi-pagi benar dan  menyediakan waktu bagi BapaNya (Mark. 1:35). Kalau Yesus yang adalah Anak Allah masih memerlukan waktu teduh bersama dengan BapaNya, apalagi kita.

2.      Allah merindukan persekutuan dengan kita anak-anakNya.
Suatu hal yang luar biasa, bahwa pencipta langit dan bumi benar-benar menginginkan persekutuan dengan ciptaanNya.

3.      Tanpa waktu teduh yang teratur, kita sulit bertumbuh dalam iman.
Orang-orang  saleh yang dipakai Tuhan dari abad ke abad, semuanya mempunyai waktu teduh yang teratur.  Misalnya Daud (Maz. 5:4), Daniel (Dan 6:11), dan lain-lain.
Sebagai seorang manusia, secara fisik kita membutuhkan makanan setiap harinya untuk bertahan hidup. Tanpa makanan, kita akan kekurangan kalori yang memberikan kita energi untuk melaksanakan aktivitas kita. Demikian juga halnya dengan saat teduh. Saat teduh adalah makanan rohani kita. Jiwa kita membutuhkannya untuk terus bertahan hidup.
Setiap hari kita diserang oleh berbagai macam masalah. Kita seringkali kehilangan keseimbangan karenanya. Kita bingung bagaimana menentukan pilihan. Pilihan mana yang benar dan mana yang salah? Apa standarnya sesuatu dapat dikatakan benar atau salah? Keseimbangan itu hanya dapat kita terima kembali melalui saat teduh bersama Allah. Sebab Allah adalah standar dari kebenaran. Dia adalah kebenaran itu sendiri.

Membaca dan merenungkan firman Tuhan akan mengajar kita, menyatakan kepada kita apabila kita salah, akan memperbaiki kelakuan kita, dan akan terus mendidik kita dalam kebenaran (2 Tim 3:16). Membaca dan merenungkan firman Allah dalam saat teduh membuat kita dapat semakin mengenal Allah. Dengan membaca firman Tuhan, kita akan mengetahui apa yang Allah sukai, apa yang menyenangkan hati-Nya, dan apa yang tidak Dia sukai. Dan itulah yang menjadi intinya. Apapun yang harus kita lakukan dalam menjalani hidup ini, kita harus hidup sesuai dengan kehendak Allah, dengan cara hidup yang menyenangkan hati Allah. Dengan pengetahuan inilah kita dapat menemukan keseimbangan kita kembali. Kita menjadi tahu keputusan seperti apa yang harus kita ambil ketika badai hidup menerpa hidup kita, yaitu keputusan yang menyenangkan hati Tuhan, yang sesuai dengan firman Tuhan.

C.    Manfaat Saat Teduh.
1.      Untuk mendengarkan suara Tuhan lewat firmanNya.
Manfaat kebenaran firman Tuhan :
·         Untuk memberikan pertumbuhan rohani (iman) dan daya tahan terhadap serangan-serangan si iblis
a.             Firman Tuhan sebagai roti hidup (Mat. 4:4)
b.             Firman Tuhan sebagai air susu yang murni (I Pet. 2:2)
·                Untuk mengajar, menyatakan kesalahan – sebagai cermin, memperbaiki kelakuan, mendidik orang dalam kebenaran (II Tim. 3:16)
·                Untuk menyegarkan jiwa dan memberi hikmat kepada orang yang tidak berpengalaman (Maz. 19:8)
·                Untuk menyukakan hati dan membuat mata bercahaya (Maz. 19:9).

2.      Untuk menyatakan isi hati kepada Tuhan
·           Menyatakan isi hati kepada Tuhan melalui lagu-lagu pujian
·           Menyatakan isi hati kepada Tuhan melalui doa (Pujian Penyembahan, Ucapan Syukur, Pengakuan Dosa, Permohonan, permohonan kepada orang lain, permohonan kepada kita)

D.    Pelaksanaan Saat Teduh.
Saat Teduh dilakukan, sebaiknya pada pagi hari. Contoh Tuhan Yesus dan Raja Daud. Tetapi kalau tidak bisa pagi, usahakanlah memilih waktu di mana Saudara dapat menikmati kehadiran Allah.

Catatan : Allah jijik dengan saat teduh yang kita lakukan dengan tidak sungguh-sungguh.
    

E.     Cara melakukan Saat Teduh. (Metode BGA)
a.      Sediakan waktu yang teratur setiap hari. Sebagai permulaan, mulailah dengan 15 menit, jika kebiasaan itu sudah tertanam dengan baik, sediakanlah waktu yang cukup lama.
b.      Carilah tempat yang tenang. Hindarilah suara-suara yang bisa mengganggu. Misalnya radio, tape, televisi dan lain-lain.

o    Berdoalah. : Sebelum memulai menggali Alkitab, mohon supaya Tuhan menolong kita menemukan rahasia kebenaran firman Tuhan. -à dapat diawali dengan bernyanyi

o    Bacalah. Nats firman Tuhan: secara berulang-ulang 2-3 x sampai meresap.

o    Renungkanlah. Renungkanlah nas tadi dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan berikut

1. Apa saja yang kubaca. Peristiwa apa? Hal apa? Siapa? Adakah kaitan dengan nas-nas sebelumnya? Maksud pertanyaan ini adalah Anda perlu memperlakukan teks Alkitab secara riil dan mencari ciri, hal, unsur, semua hal yang ada di sekitar (konteks), di dalam, dan yang membentuk teks tersebut.

2. Apa pesan yang Allah sampaikan kepadaku melalui nas tadi: janji, peringatan, teladan, dst? apabila Anda cermat di langkah sebelum ini dan terus menerus bertanya-tanya kepada Roh Kudus, maka Ia akan memperlihatkan arti teks tersebut dan membantu Anda melihat kaitan arti itu dengan Anda kini. Mengkategorikan pesan tersebut ke: janji, pelajaran, perintah, peringatan, teladan, bisa membantu Anda menemukan pesan Allah dalam teks Alkitab.

3. Apa responsku? Adakah hal-hal spesifik dalam hidupku kini yang disoroti oleh pesan firman tersebut? Apa responsku terhadap firman itu agar menjadi bagian dari hidupku? Ini adalah puncak dari tujuan kita bersaat teduh. Kita tidak ingin berhenti hanya pada mengetahui tetapi rindu maju lebih jauh lagi sampai ke mengalami pembaharuan hidup yang berkelanjutan akibat firman kita pahami, terima, simpan, dan lakukan.

o    Bandingkanlah. Bandingkanlah hasil renungan Anda dengan Santapan Harian. Ini bisa membuat Anda diperkaya, dipertajam, atau berdialog lebih lanjut dengan nas maupun dengan orang lain (Kis. 17:11). Santapan Harian adalah alat bantu atau teman saat teduh Anda. Inti saat teduh adalah merenungkan teks Alkitab, bukan penjelasannya. Tetapi itu tidak berarti kita harus mengabaikan bahwa Roh Allah berbicara juga kepada para hamba-Nya termasuk para penulis Santapan Harian yang telah menggumuli teks itu secara serius. Maka jadikanlah Santapan Harian sahabat saat teduh Anda.

o    Berdoalah agar Allah memberdayakan Anda melakukan dan membagikan pesan firman tersebut (Mat. 7:24). à sebelum doa dapat diakhiri dengan pujian

CONTOH:
MAZMUR 1

1.      Berdoa
2.      Bacalah Mazmur 1
3.      Renungkanlah : dengan bantuan pertanyaan berikut:
a.      apa saja yang kubaca?
-          Siapakah yang disebut orang yang berbahagia? (1,2)
-          Siapakah yang disebut orang fasik atau orang berdosa dan pencemooh? (1)
-          Seperti apakah orang berbahagia dan orang fasik digambarkan oleh pemazmur? (3,4)
-          Bagaimanakah keadaan orang fasik atau orang berdosa pada hari penghakiman? (5)
-          Perbandingkan apakah yang kita lihat pada orang benar dan orang fasik? (6)

b.     Apa pesan yang Allah sampaikan kepadaku?
-          Peringatan: pergaulan sehari-hari dapat mempengaruhi kebahagiaan seseorang
-          Perintah: Kunci kebahagiaan adalah suka dengan firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam

c.       Apa responku? (setiap orang dapat berbeda dalam meresponi)
-          Bagaimana pergaulanku selama ini? Aku tidak boleh sembarangan bergaul
-          Saya harus lebih mencintai firman Tuhan dan merenungkan setia hari

4.      Bandingkan dengan Santapan Harian
5.      Berdoa

F.      Alasan yang sering dipakai umtuk tidak bersaat teduh.
a.      Tidak ada waktu atau terlalu sibuk (maslah prioritas).
b.      Malas (persoalan kedagingan).
c.       Tidak mau (masalah kehendak).
d.      Tidak mengerti apa yang dibaca (masalah me­ode).
e.       Tidak mendapat berkat (persoalan sasaran).


Maukah engkau mulai hari ini ber saat teduh?   

Keselamatan


SALVATION



Nats: 2 Korintus 5:15
"Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetap untuk Dia, yang telah mati dan telah bangkit untuk mereka"

I.    Pendahuluan
Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus secara khusus (2 Kor 5 : 14 _ 21) telah menjelaskan arti kematian Yesus di kayu salib, oleh karena Kasih Kristus yang telah menguasai/mendesak . ("Sunecho"= menekan, mendorong) dan rasul Paulus telah memberikan alasan-alasan Kasih Kristus yang telah menguasai/mendesaknya.
  1. Jika Kristus tidak mati bagi kita maka kita mati dalam hukuman, dalam dosa, dalam pelanggaran, dalam kerohanian kita dan disambung dengan kematian kekal. Ini adalah keadaan yang sangat menyedihkan dan akan selalu dalam keadaan yang sangat mengerikan.
     
  2. Apa yang akan kita perbuat bagi Kristus yang telah mati bagi kita? Kita harus hidup bagi Dia!
Kematian Kristus telah melepaskan kita, orang-orang beriman, dari kematian kekal dan kebangkitanNya mendatangkan kehidupan kekal bagi kita. Kematian Kristus mempunyai pengertian ganda, yaitu:
  1. Ia telah mati untuk kita (Rm 5 : 6-8 ; 2 Kor 5: 21)
Pada waktu Kristus mati untuk menggantikan kita, maka keadilan Allah dinyatakan dan kita dibenarkan.
  1. Kita telah mati bersama Kristus (Rm 6 : 8 )
Pada waktu kita mati bersama Kristus, maka itulah yang menjadi dasar kekudusan. Kita harus memandang diri kita telah mati bagi dosa, tetap hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. (Rm 6 : 11 ; Gal 2 : 20)
Kekristenan tidak akan ada artinya tanpa berita Kristus datang berinkarnasi dan menebus dosa manusia namun saat hal tersebut diberitakan ternyata tidak mudah untuk diterima.
Pada saat kita bersama-sama menghadap meja perjamuan, kita sadar bahwa kita boleh bersekutu hari ini karena Allah pernah menjadi manusia dan bahkan tujuan hidupnya jelas untuk menyelamatkan umatNya dari dosa mereka. Kristus hadir di dunia ini dengan sasaran yang jelas yaitu menuju ke Golgota. Bagi saya tidak ada satu kehidupan yang sedemikian bermakna namun juga mengerikan seperti hidup Kristus. Seringkali manusia hidup tidak tahu arah dan tujuannya akan kemana tetapi sebelum Kristus lahir Ia telah mempunyai sasaran yang tegas yaitu Anak Manusia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani dan menyerahkan tubuhNya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mat 20:28).


II.   Pembahasan

Dan dari pengertian ganda Kematian Kristus tersebut, rasul Paulus telah memberikan 3 akibat yaitu:






1. PEMBARUAN HIDUP

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Kor 5 : 17)

Soal yang paling penting ialah "di dalam Kristus". Bagaimana caranya seseorang ada di dalam Kristus? Setiap orang yang lahir di dalam dunia ini, ada di "luar Kristus", karena semua orang telah berdosa. Bagaimana caranya seseorang berpindah dari keadaan "di luar Kristus" kepada keadaan " ada di dalam Kristus?". Ia harus mempunyai perubahan dalam pikirannya mengenai Kristus. Janganlah kita menilai Kristus menurut ukuran manusia, sama seperti dunia menilai Dia.
Ada di dalam Kristus, berarti dipersatukan dengan Kristus. Pada sat kita bertobat dan beriman kepada Kristus, lalu mengundang Dia masuk dalam hati kita sebagai Juruselamat kita, pada saat itu kita berada di dalam Kristus. Itulah yang dimaksud dengan dilahirkan kembali oleh pekerjaan Roh Kudus dan dengan demikian kita mengalami perubahan hidup yang besar sehingga kita merupakan ciptaan baru. Itulah permulaan yang baru.

"Yang lama sudah berlalu"
Yaitu kecintaan akan dosa, pikiran lama, prinsip lama dan kebiasaan-kebiasaan lama.

"Yang baru sudah datang"
Yaitu yang baru dalam hati, pikiran perangai, maksud dan tujuan. (Yoh 3 : 3-7 ; Gal 6:15 ; Kol 1 : 23 ). Baru dalam pandangan terhadap Allah dan Kristus Yesus. Baru dalam pandangan terhadap dunia sekarang dan yang akan datang.

2. PENDAMAIAN

"Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diriNya....... Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka..." (2 Kor 5 : 18a ; 19a)

Manusia telah berdosa terhadap Allah. Bukan karena dosa-dosanya yang kecil atau besar, tetapi dosa-dosanya merupakan kedurhakaan terhadap Allah. Kedurhakaan itu menyebabkan kita berseteru dengan Allah. (Bukan Allah yang berseteru dengan kita) Agar kedua belah pihak dapat berdamai, dasar perseteruan, yaitu dosa, harus dicabut dan dibuang.

Karena Allah adalah adil dan benar. Dia harus membenci dan menghukum dosa. Sebab itu Allah bertindak lebih dulu. Allah senantiasa mengasihi kita dan penuh rakhmat. Tetapi, keadilanNya harus ditunjukkanNya. (Rm 3 : 26). KeadilanNya menuntut hukuman atas dosa. Oleh karena itu, Allah dengan kasihNya telah mengaruniakan AnakNya menjadi korban pendamaian bagi dosa-dosa kita. (Rm 3 : 25 ; Kol 1 : 20 ; I Yoh 2 : 2, 4, 10). Allah telah membuka jalan agar kita dapat diperdamaikan dengan Dia. Allah telah menghukum AnakNya di kayu salib karena dosa-dosa kita. PengorbanNya telah memmbuka jalan agar kita diperdamaikan dengan Allah sebab perseteruan karena dosa kita telah dicabut.

Allah telah membuka jalan agar kita diperdamaikan dengan diriNya oleh kematian Kristus Yesus di kayu salib untuk menggantikan kita. Tetapi pendamaian berkuasa dan berlaku bagi kita menurut sikap kita.

Penting sekali kita mengerti bahwa Allah tak perlu memperdamaikan diriNya dengan kita, melainkan kita harus memperdamaikan diri kita dengan Allah. Kematian Kristus di kayu salib adalah atas nama kita atau rekening kita. Harga pendamaian kita tidak lain adalah darah Kristus. Tetapi, ependamaian itu menuntut tindakan dari kita, yaitu percaya bahwa Kristus adalah pendamaian itu. Menyambut Dia ke dalam hati kita sebagai Juruselamat.

3. PELAYANAN PEMBERITAAN INJIL

"Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami" (2 Kor 5 : 19b)

Sebagaimana Allah mai berdamai dengan kita, demikianlah kita harus mempunyai kemauan untuk berdamai dengan Allah. Rencana pendamaian itu yang dibuat Allah tidak memperhitungkan pelanggaran yang dibuat manusia. (Rm 5 : 18 _ 6 : 2 ). Dan sekarang Ia telah mempercayakan kita pelayanan pendamaian itu. Dengan kata lain, memberitakan InjilNya. Oleh karena kita sudah terlebih dahulu mengalami pelayanan pendamaian itu yang kemudian memberitakannya kepada semua orang yang belum mengenal Kasih Karunia Allah.

Kehidupan orang-orang percaya yang sudah diperdamaikan dengan Allah hidupnya harus dipersembahkan kepada Kristus, yang telah mati bagi kita. Sama seperti Kristus tidak hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk kita.

"Tidak hidup untuk dirinya sendiri", artinya tidak mencari kesenangan, kepentingan, kemudian bagi dirinya sendiri.

"Tetapi, untuk Dia" artinya mencari kemuliaan bagi namaNya. Seluruh waktu, talenta, kekuatan, kepandaian dan hidup, semuanya untuk Dia. Kemudian Kristus melepaskan kita dari kematian kekal dan kebangkitanNya mendatangkan hidup kekal yang merupakan inti dari Pemberitaan Injil yang perlu disampaikan kepada semua orang.

Kristus yang mati di kayu salib, yang tak mengenal dosa di dalam diriNya dijadikan dosa untuk kita yang tidak mempunyai kebenaran di dalam diri kita, dijadikan benar oleh Allah di dalam Dia. Sehingga setiap orang yang percaya, memperoleh jaminan hidup yang kekal.

Dengan demikian kita yang percaya kepadaNya dibenarkan di hadapan Allah Bapa, karena Yesus Kristus dengan kehendakNya sendiri dijadikan dosa sebagai ganti kita. Itulah isi inti Pemberitaan Injil yang harus disampaikan ke seluruh dunia.


III.  Penutup

Thursday, 23 June 2011

Reformasi dan Transformasi Cerminan Hidup Yang Dinamis

Reformasi dan Transformasi Cerminan Hidup Yang Dinamis
By: Fernando Tambunan
(disampaikan pada Ibadah Pemuda GKPS Sidorame)

 Zefanya 3:17-20

Agar pemuda tidak statis dalam kehidupannya tetapi memperlihatkan kedinamisan sesuai dengan zaman dengan tetap mereformasi dan mentransformasi diri.

I.        Pengantar
Zaman ini adalah zaman dimana perubahan itu sangat cepat terjadi, lima tahun lalu dibandingkan dengan sekarang teknologi sudah sangat berbeda, yang dulu hp cm bisa sms-an skrng sudah bisa facebook-an / twitteran, dunia begitu cepat berubah.. yang tidak mengikuti perkembangan zaman pasti akan ketinggalan dan menjadi kuno. Walaupun kemajuan itu memberikan begitu banyak dampak yang positif tetapi dampak negatifnya juga tidak kalah banyaknya.
Bagaimana kita sebagai pemuda dapat dengan dinamis berubah mengikuti perkembangan jaman tetapi tetap dalam hal positif.


Latar belakang historis
Pendahuluan Kitab Zefanya menginformasikan bahwa Zefanya melayani pada zaman pemerintahan Yosia, raja Yehuda (1:1). Pelayanan Zefanya melanjutkan reformasi spiritual yang dilakukan Yosia (2Raj 23; 2Taw 34) konteks pelayanan Zefanya adalah sebuah masa transisi yang radikal. Sebelumnya bangsa Yehuda berada dalam keterpurukan spiritual yang mendalam selama lebih dari 5 dekade pada waktu Manasye menjadi raja (2Raj 21:1-2). Keadaan ini tidak berubah pada zaman Amon (2Raj 21:18-20). Selama dekade pertama pemerintahan Yosia pun belum ada perubahan yang berarti. Situasi buruk yang sudah berlangsung lama ini tentu saja sangat sulit untuk diubahkan secara radikal dalam sekejap. Walaupun reformasi sudah mulai dilakukan oleh Yosia, tetapi di beberapa tempat masih bisa ditemukan sisa-sisa kebiasaan buruk yang lama. Di tengah situasi seperti inilah TUHAN memanggil Zefanya untuk menegur kesuaman yang masih terjadi.
Nats yang kita baca tadi berbicara tentang berkat dan pemulihan Yehuda setelah penghukuman yang dilakukan oleh Allah.  
  1. Pasal Zef 3:1-8 menyatakan betapa dahsyat hukuman Allah yang jatuh terhadap Yerusalem.
  2. Pasal Zef 3:9-20 menyatakan bahwa Allah akan memulihkan keadaan bangsa-bangsa dengan memberikan hidup dalam sukacita dan kebahagiaan.
Kitab Zefanya pasal 3:14-20 ini sebenarnya dapat dikatakan sebagai epilog dari kitab Zefanya. Epilog ini terasa sangat menyejukkan mengingat kitab Zefanya adalah sebuah kitab yang berbicara tentang hari Tuhan yang membawa penghukuman atas dosa umat manusia. Hal ini dikarenakan pola hidup yang tidak takut akan Allah. kehidupan spiritual yang sinkretis nampaknya menjadi titik pangkal dari semuanya ini. Ya, Yehuda hidup dengan hati mendua, di samping beribadah kepada Allah, mereka juga beribadah kepada para dewa. Pola hidup yang demikian membuat Allah murka. Namun toh Allah tetap menjanjikan pemulihan.
   

II.      Pembahasan
Tema kita hari ini adalah Reformasi dan Transformasi Cerminan Hidup Yang Dinamis.. apa pula ini?
Reformasi dan transformasi pada intinya adalah perubahan.

Perubahan apa yang harus terjadi?  
Perubahan dari hidup lama mengalami perubahan menjadi hidup baru,  yang lama yang  berdosa mengalami perubahan hidup  menjadi hidup yang dikuduskan, disucikan oleh darah Kristus. Bagi umat Tuhan di zaman Zefanya , yang sebelumnya mereka hidup dalam dosa akan Tuhan pulihkan jika mereka berbalik kepada Tuhan. Paulus juga berkata dalam Efesus 4:21-24 “Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,  yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,  dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”

Masa lalu umat Tuhan harus direformasi supaya dapat menerima transformasi, dan harus menanggalkan manusia lamanya, sekarang pun demikian kita Sebagai orang percaya yang telah dibenarkan, yang telah menerima pembenaran dalam Yesus, sebagai orang yang telah menerima transformasi, maka sudah sepantasnyalah  dengan sepenuh hati bahkan dengan penuh kesadaran menanggalkan manusia lama yang menemui kebinasaannya oleh nafsu yang menyesatkan.

 Saudara yang kekasih, apakah kita merasa sangat berat dan tidak rela untuk menanggalkan manusia lama kita? Allah dalam Tuhan Yesus dapat memaksa kita untuk menanggalkan manusia lama kita namun yang Ia mau adalah agar kita dengan rela dengan sepenuh hati menanggalkannya. Untuk mengerti akan hal ini saya pakai ilustrasi.

 Ilustrasi:
Ulat yang telah penuh usianya akan mencari tempat yang strategis, terlindung, aman dari segala bahaya, kemudian sang ulat akan melekatkan diri pada ranting atau berada dibalik daun untuk berdiam diri, kemudian berubah menjadi kepompong. Setelah masa berdiam dirinya sudah cukup, ulat dalam kepompong telah menjadi kupu-kupu, maka kemudian dari bagian kepala kepompong itu mulai sobek, ulat yang telah berubah bentuk tersebut berusaha keluar. Setelah kepompong itu pecah dari atas kebawah, keluarlah seekor kupu-kupu yang cantik; ulat telah berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik luar biasa.

 Aplikasi
Sama halnya dengan kita yang telah menerima perubahan dalam Kristus, yang tadi tidak mengasihi Tuhan, tetapi sekarang mengasihi-Nya; yang tadi masih melakukan segala praktik hidup yang kotor, tetapi sekarang mulai merasa malu dengan kelakuan lama itu, Selanjutnya,  kita   harus  menempuh langkah berikut ini.
-  Berdiam diri dihadapan Tuhan Yesus, belajar dari Dia melalui Firman Tuhan, agar dengan demikian kita dibaharui di dalam roh dan pikiran, dan mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya dalam Darah Yesus. Itulah yang dimaksud telah lahir baru, transformasi. 
 Ulat bulu yang menjijikan tampa melewati proses berdiam diri, penyerahan diri penuh, dengan rela menanggalkan cara hidup lama, tidak mungkin  ia akan keluar sebagai seekor kupu-kupu yang cantik dengan warna yang menakjubkan.  Inilah transformasi yang harus terjadi dalam kehidupan jemaat dalam diri Saudara dan saya hari ini.

Transformasi muncul sebagai Paradigma baru
             “Sebagai suatu jalan kepada perubahan, gerakan transformasi, sedang muncul sebagai paradigma baru pada permulaan abad ke -21. dengan penemuan-penemuan, penerimaan dan implementasi teknologi-teknologi baru yang terus-menerus, kehidupan manusia, memang mau tak mau harus terus berubah. Yang statis, mandek apalagi berhenti dalam arus perubahan ini akan tertinggal, bahkan tersinkirkan.”

 Saudara, kita yang hidup di abad 21 ini sedang disuguhkan suatu menu yang harus diterima, Saudara senang atau tidak senang tidak jadi masalah.  Karena menu ini harus diterima seutuhnya,  jika tidak bisa menerima ini berarti mau   menerima akibatnya, yaitu yang tetap statis, mandek apalagi berhenti dalam arus perubahan ini akan tertinggal, bahkan tersingkirkan.

Apa yang dimaksud dengan Paradigma baru?
 Paradigma berasal dari bahasa Yunani Paradeigma yang berarti Model pola,. <span>Adam Smith mengatakan Paradigma adalah seperangkat gabungan perkiraan dan cara kita memahami kehidupan.</span> Sedangkan kehidupan itu sangat innovatif, tidak cukup hanya perkiraan-perkiraan saja.  Untuk melihat kemasa depan harus ada innovasi, harus ada model pola, contoh, dengan demikian kita yang hidup di abad informasi ini tidak menjadi orang yang masih berada di bawah tempurung. Namun,  kita perlu ingat sekalipun gelombang paradigma baru muncul dalam segala bidang kehidupan sampai dibidang ibadah, kita tetap harus waspada jangan sampai terhayut oleh gelombang perubahan yang tidak beraturan,  penuh dengan kekacauan. Dalam hal ini kita perlu ingat firman Tuhan di I Kor 14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

 Seiring dengan transformasi yang terjadi dengan penemuan-penemuan, penerimaan dan implementasi teknologi-teknologi baru yang terus-menerus, kehidupan manusia, memang mau tak mau harus terus berubah.
 Contoh yang paling dekat dengan kita adalah penggunaan telephon genggam (Hand Phone), dengan adanya HP terasa semua menjadi sangat mudah untuk dilakukan, di manapun kita berada asal ada HP urusan menjadi mudah. Namun ada sisi negatifnya yang begitu besar. Secara positif HP memang sangat berguna, namun pengguna teknologi telah  menyalahgunakan alat tersebut. HP bisa mengirim pesan secara murah, juga bisa mengirimkan foto-foto, melalui HP bisa melakukan konseling jarak jauh, namun apa yang telah terjadi? Perselingkuhan, mengapa bisa demikian?

Pada hari ini  paradigma baru menawarkan banyak hal baru yang sangat menarik, yang dulu dikatakan tidak boleh, berdosa, namun zaman dengan paradigma barunya  mengatakan bahwa itu boleh-boleh saja, misalnya,  perceraian adalah hal yang sah-sah saja, kalau bisa berbahagia dengan bercerai mengapa tidak dilakukan? Paradigma baru ingin mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada kebenaran yang mutlak benar. Sebab setiap orang memiliki kebenarannya sendiri dan untuk dirinya sendiri. Si Melati berkata karena ia telah bercerai dengan suaminya yang tukang pukul, merasa sangat bahagia, karena tidak babak belur  lagi, jiwanya sangat lega, tetapi bagi si Badu perceraian adalah sangat berdosa. Tindakan Melati bercerai itu adalah tindakan kebenaran yang mendatangkan kebahagiaan untuk dirinya sendiri bukan untuk si Badu. Jikalau  Badu merasa perceraian itu  sangat berdosa itu adalah urusan si Badu, bukan urusan Melati. 

Perselingkuhan adalah variasi hidup yang menyenangkan, bagi yang tidak berselingkuh  dikatakan orang yang tidak tahu menikmati kehidupan ini, hidup terus berubah, yang statis, mandek apalagi berhenti dalam arus perubahan ini akan tertinggal, bahkan tersinkirkan. Hidup harus terus berubah, seturut dengan perubahan yang terus  terjadi. Yang terjadi pada saat ini adalah apa yang harus diterima  telah mengubah pola hidup yang telah ada, bukan kemabli kepada nilai dan kehendak Allah dalam kehidupan manusia

Mari kita mendengar apa kata Paulus dalam Roma 12:1,2. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Paradigma baru menawarkan banyak hal  lama dalam kemasan baru, kita yang telah menerima transformasi Kristus dalam kehidupan ini telah menjadikan kita memperoleh  kehidupan yang sangat bernilai. Karena itu apa yang masih dalam bentuk  perkiraan janganlah diterima dengan begitu saja dan cara memahami kehidupan harus ada batas-batasnya  Firman Tuhan itulah kunci dan pedoman kita.   

III.     Tanya Jawab
  • apakah hal-hal yg kurang baik dalam dirimu yang susah untuk diubah?
  • Bagaimana dengan perkembangan jaman ini, apakah zaman yang mengubah kita atau kita yang mengubah zaman?


IV. Penutup
  • Ikutilah perkembangan jaman dan kuasailah teknologi, jangan sebaliknya kita dikuasai oleh zaman dan teknologi.
  • Para pemuda harus berubah dalam hal paradigma, penguasaan teknologi, tetapi dalam hal pemahaman tentang Kristus, keselamatan jangan di ubah, misalnya keselamatan ada diluar Kristus dll.
  • Jangan kompromi dgn dunia ini, Jagalah hidup tetap kudus dihadapan Tuhan, jangan menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu

Amin.