Welcome

Bekerjalah Untuk Makanan Yang Tidak Dapat Binasa....!!!
Showing posts with label HPDT. Show all posts
Showing posts with label HPDT. Show all posts

Tuesday, 15 November 2011

Cara cepat membaca Alkitab dalam setahun

Cara cepat membaca Alkitab dalam setahun

Sudahkah anda membaca seluruh isi Alkitab? Belum? Nah lo, belum baca seluruh isinya koq bisa percaya seluruh isi Alkitab? Ibaratnya membeli kucing dalam karung, peduli amat isinya apa, yang penting gw percaya.
Padahal bukan itu yang diinginkan Tuhan. Tuhan menginginkan agar kita, anak-anakNya, dapat mengenalNya lebih dalam lagi. Bagaimana cara kita mengenal Allah? Tentu dengan membaca FirmanNya.
Selain untuk mengenal Tuhan, ternyata banyak sekali manfaat dari membaca Alkitab, berdasarkan beberapa penelitian dilaporkan bahwa kebanyakan orang yang membaca Alkitab memiliki tekanan darah yang lebih rendah, tingkat depresi lebih rendah, lebih sedikit menderita penyakit jantung, jarang yang kecanduan obat maupun alkohol, lebih sehat, dan jarang mengalami perpecahan dalam perkawinan, bahkan lebih produktif di tempat kerja.
Terbukti banyak sekali manfaat dari membaca Alkitab, tepat seperti yang disebutkan dalam Yosua 1:8 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung,” dan juga Mazmur 1:1-2 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”
Pertanyaannya adalah bagaimana caranya membaca Alkitab supaya tuntas dalam setahun saja?
Alkitab berisi kurang lebih 3 juta huruf, 31.000 ayat dan 1.189 pasal.
Untuk membaca seluruh Perjanjian Lama, dibutuhkan kira-kira 38 jam, sedang untuk Perjanjian Baru 11 jam. Jadi untuk membaca seluruh Alkitab diperlukan sebanyak 49 jam. Bila kita membaca Alkitab dengan keras dengan kecepatan berbicara biasa, kita membutuhkan waktu 70 jam, 40 menit.
Dengan membaca 4 pasal tiap-tiap hari, anda dapat menyelesaikan Alkitab dalam setahun (375 hari).

Karena itu, berdasarkan fakta-fakta di atas, berikut ini adalah cara cepat untuk membaca Alkitab dalam setahun:
  1. Buat komitmen menyelesaikan pembacaan seluruh isi Alkitab, berdoalah kepada Tuhan, mintalah tuntunan Roh Kudus agar anda dimampukan untuk dapat mengerti FirmanNya dan agar anda juga dapat menjalani komitmen tersebut.
  2. Buatlah waktu-waktu khusus membaca Alkitab setiap hari secara teratur. Misalnya waktu setelah bangun tidur, agar anda lebih semangat untuk membacanya. Tidak disarankan membaca Alkitab setelah makan, karena Anda akan lebih mudah mengantuk setelah makan.
  3. Mulai dari kitab Injil di Perjanjian Baru, terutama Injil Yohanes. Mengapa? Karena Injil Yohanes merupakan gambaran besar karya penebusan Kristus. Tidak masalah bila anda mau memulainya dari Injil Matius, hanya saja biasanya beberapa orang yang membaca Matius bosan ketika melihat silsilah yang memulai kitab Injil Matius. “kakeknya bokap gw aja gw ga tau namanya, lahh ini daftarnya puaanjaangg”.
  4. Setelah Injil Yohanes selesai, bacalah Injil Matius, Injil Markus, dan Injil Lukas. Anda boleh saja membolak-balik susunan pembacaan kitab Injil.
  5. Injil sudah selesai nih, lanjutkan membaca Kisah Para Rasul sampai Surat Yudas ya.
  6. Kemudian bacalah kitab Perjanjian Lama, mulailah dari kitab Mazmur dan Amsal. Kenapa tidak disarankan untuk langsung ke Kitab Wahyu? Ini dikarenakan banyak orang yang sudah membaca kitab Wahyu menjadi takut, dan berhenti membaca Alkitab. Ada baiknya kita membaca kitab Wahyu jika kita sudah membaca kitab para nabi tentang nubuatan akhir terlebih dulu, misalnya kitab Daniel.
  7. Mazmur dan Amsal selesai, silahkan baca kitab Kejadian, Keluaran, dst sampai Maleakhi. Kemudiaan masuk ke Wahyu.
  8. Ulangi lagi pembacaan Alkitab. Kali ini silahkan mulai dari Kejadian hingga ke Wahyu.


Perlu diingat:
  • Selalu minta tuntunan Roh Kudus ketika membaca Alkitab
  • Bertanyalah selalu saat Anda menganalisa isi Alkitab
  • Jika anda tidak mengerti kata-kata yang tertulis dalam Alkitab, silahkan baca Kamus Alkitab, tanya orang lain yang berkompeten (pendeta atau penatua), saya juga boleh ditanya. He he…. atau just Google it. :)
  • Gunakan stabilo atau pulpen untuk menandai ayat-ayat yang berkesan
  • Catat hal-hal yang penting yang Anda dapatkan dari pembacaan Alkitab di buku catatan ataupun di Alkitab
  • Lakukan setiap perintah Tuhan yang tertulis dalam Alkitab, percuma Anda membaca tapi tidak mempraktekkannya.
  • Jangan lupa bagikan apa yang sudah Anda dapatkan kepada orang lain.  

Selamat membaca dan mencintai Alkitab… GB :-)

Sumber:

Saturday, 25 June 2011

Hubungan Pribadi Dengan Tuhan

Hubungan Pribadi Dengan Tuhan

Pendahuluan

Alkitab berkata bahwa manusia itu selain mempunyai tubuh jasmaniah juga memiliki tubuh batinia. Pernahkah kita pikirkan akan kebutuhannya ? “Sebab kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami diperbaharui dari sehari ke sehari” (2 Korintus 4 : 16).
Paulus tidak begitu menghiraukan keadaan tubuh lahiriah jika dibandingkan kebugaran tubuh batiniahnya. Hal ini tidak perlu kita artikan secara ekstrim bahwa merawat tubuh lahiriah ini tidak perlu yang perlu hanya tubuh batiniah saja, tetapi maksudnya adalah; jika harus dipilih maka kita harus lebih memperhatikan tubuh batiniah, seperti juga apa yang diutarakan Paulus dalam 1 Kor 9 : 24 – 25.


1. Hidup Baru Yang Melemah
Ketika kita memilih Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat kita, Allah memberikan suatu kehidupan yang baru di dalam diri kita, yang memampukan kita menyenangkan Tuhan dari hari lepas hari semakin serupa dengan gambaran Yesus Kristus. Namun saat kita tidak memeliharanya, tidak jarang tubuh batiniah akan menjadi sekarat, dan anehnya penampilan luarnya bisa masih kelihatan biasa- biasa saja, masih aktif dalam hal – hal rohani, masih turut di dalam pelayanan, menyanyikan lagu – lagu pujian , masih membicarakan Alkitab, bahkan masih banyak orang yang memuji dan kagum dengan apa yang kita lakukan dalam pelayanan, tetapi sesungguhnya batiniah kita sudah sangat lemah, bahkan sudah sekarat.
Itulah sebabnya kita perlu senantiasa memastiakan kerohanian kita terpelihara sehat dan kuat. Kehidupan kekristenan itu dapat juga digambarkan sebagai “Kantuk rohani”, memang hidupnya tidak sedang tertidur nyenyak secara rohani, kita tahu bahwa ada sesuatu yang salah, tetapi kita juga tidak sepenuhnya terjaga, ingin rasanya terbangun namun kita tidak mampu, ngantuk berat, berusaha untuk menggeliat namun apa daya mata ini rasanya ditarik dan tak mampu untuk terbelalak.

2. “Melayani Tuhan” Tanpa Tuhan

“Pengalaman adalah guru yang baik.” Pernyataan ini dalam batasan tertentu adalah benar, tetapi kalau kita melanjutkan pernyataan dalam arti yang seluas – luasnya apalagi dalam pelayanan, tentu harus kita cermati, karena sering sekali Tuhan mempertunjukkan kepada kita apa yang tidak pernah kita pikirkan dan apa yang tidak kita rencanakan Tuhan perbuat dengan mencengangkan, dan adakalanya pengalaman dan kebiasaan yang sudah berulang – ulang kita lakukan justru kita “gagal” di dalamnya.
Apa yang ingin dikatakan dalam peristiwa tersebut, Tuhan sepertinya ingin berkata “Berharap dan bergantunglah pada-Ku, karena di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa – apa.” Mungkin kita akan menjawab “Loh kamikan melayani Tuhan.”

Dan Tuhan menjawab “Ya … tetapi apakah kamu masih sempat bertanya kepada-Ku, apakah kamu masih menyediakan waktu untuk duduk mendengarkan-Ku, dan masihkah kamu masih belajar dari pada-Ku ?” Pengalaman, strategi yang sudah “teruji”, keberhasilan – keberhasilan yang sudah pernah kita raih, tidak dapat menggantikan peranan Tuhan di dalam apapun dalam hidup kita apalagi dalam pelayanan.

Diantara Banyak Pilihan

Apa yang menjadi pilihan kita ? apa yang menjadi prioritas di dalam hidup kita berkenaan dengan apa yang kita bicarakan, karena ternyata pilihan – pilihan yang menentukan “siapa kita“ begitulah pentingnya sebuah pilihan.

Jerry dan Mary White dalam bukunya Pemahaman Kristiani Tentang Bekerja membuat daftar prioritas yang seharusnya dalam hidup seorang kristen sebagai berikut :
a. Kehidupan Pribadi dengan Tuhan
b. Keluarga
c. Pekerjaan/Studi
d. Pelayanan

Kalau kita memperhatikan daftar prioritas ini Beliau menempatkan “Kehidupan Pribadi dengan Tuhan” diatas “Keluarga” , “Pekerjaan” dan dari “Pelayanan”. Sebagai seorang hamba Tuhan yang telah lama mengabdikan diri diladang Tuhan, patutlah kita memikirkan daftar prioritas yang telah beliau perbuat. Karena Beliau sering mendapati orang yang banyak berkecimpung dalam pelayanan ternyata hidupnya merasakan kehambaran dan frustasi berat karena mereka telah mengabaikan kehidupan pribadi dengan Tuhan

Hubungan Pribadi Dengan Tuhan

1. Bergantung Pada Tuhan

Allah ingin kita bertumbuh secara rohani. Dia ingin kita menjadi anggota Tubuh Kristus yang dewasa, penuh pengabdian dan produktif . “ … kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah kepala” (Ef 4 :15), Didalam pertumbuhan inilah kita memerlukan hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan.

Yesus berkata dalam Yoh 15 : 5 “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting – rantingnya. Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku tinggal di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa – apa.”
Tidak ada hal yang mungkin dapat kita lakukan jika kita tidak bergantung kepada Pokok anggur itu yaitu Yesus, kekuatan dan kemampuan hanya mungkin ada dan semakin berlipat ganda ketika kita semakin intim bersama Yesus.
Maka hal ini sekaligus menjadi peringatan kepada orang kristen yang “melayani” Tuhan, kadang kita bisa terlalu sibuk untuk mengurusi segala sesuatunya, dan tanpa kita sadari semua itu akhirnya menyita semua waktu kita tanpa pernah lagi duduk dikaki Yesus untuk belajar seperti Maria saudaranya Marta itu, bercengkrama dengan Dia, bertanya kepada Dia, berdoa secara pribadi dengan menikmati kehadirannya. Tidakkah kita ingat yang dikatakan Yesus “ … diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa – apa.”

2. Kasih adalah dasar Pelayanan

Kasih terhadap Tuhan merupakan sumber kekuatan di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Mengapa kita mentaati dan melayani Allah ? Bukan karena kita dipaksa melakukannya, melainkan karena kita mengasihi Allah. “Sebab kasih Kristus yang menguasai kami” (2 Kor 5:14).

Tidak heran bahwa sukacita akan terus menggelora dalam hati orang yang selalu ingat akan kasih Kristus di dalam hidupnya yang menimbulkan juga kasih di dalam hatinya kepada Allah.
Dapatkah kita melupakan bagaimana kasih kita kepada Yesus Kristus ketika kita mula – mula menjadi orang percaya ? Pengampunan Allah terasa segar dan baru ! Kita merasa bahagia menjadi milik Allah !

Maka betapa menyedihkan, setelah sekian lama Yesus sudah berulang kali berkata kepada kita “… engkau telah meninggalkan kasihmu yang mula – mula” (Why 2:4) Orang Kristen bisa meninggalkan kasihnya yang mula – mula kepada Kristus. Kasih mereka bisa kehilangan hampir semua kekuatanya dan sekarat.

Mengapa hal itu terjadi ?
a. Mereka tidak lagi menikmati kehadiran Allah, atau bahkan tidak lagi merindukan suara Allah dalam hidupnya. Adam tidak taat kepada Allah, ia mencoba bersembunyi dari Allah. Kasihnya kepada Allah menjadi lemah dan redup sehingga ia tidak lagi rindu berbicara kepada Allah dan tidak lagi ingin mendengar suara-Nya, kehadiran Allah dan suara-Nya menjadi hal yang menakutkan bagi dia.

Kahadiran-Nya yang sebelumnya sungguh dia nikmati, sekarang terasa seperti orang asing. Demikianlah bagi orang yang kasihnya kepada Tuhan sudah melemah, bagi dia merenungkan dan membaca Firman Tuhan (Alkitab) tidak lagi menggairahkan bahkan mungkin – mungkin sudah membosankan.

Waktu kita merasa seperti itu, Allah tidak berubah. Allah sempurna, Ia tidak mungkin berubah, perubahan itu terjadi di dalam kita. Maka kembalilah kepadaNya, lakukanlah yang dulu kamu lakukan, seperti saat kasihmu yang mula – mula masih bergelora !

b. Orang – orang Kristen yang kasihnya kepada Allah menjadi lemah, status sebagai “anak Allah” itu tidak lagi begitu dia sadari, sehingga dia tidak lagi datang kepadaNya sebagai anak. Allah bagi mereka sudah terasa jauh dan sepertinya tidak lagi menyentuh hidupnya, tidak lagi peduli terhadap dia.

Ketika masalah datang, mereka berpikir: “Allah memperlakukanku dengan tidak adil, Allah kejam dan tidak mengerti persoalanku”. Lain halnya dengan orang yang kasihnya kepada Allah tetap segar dan kuat, maka ketika kesulitan datang mereka akan berkata : “Allah sedang mengajari aku melalui kesulitan – kesulitan ini. Allah mengasihiku dan melalui pengalaman ini aku dapat menjadi orang Kristen yang lebih baik.”

Mereka mengambil Alkitabnya dan belajar dari sana apakah yang hendak Allah lakukan dan katakan melaui peristiwa ini. Mereka melipat tangannya dan berlutut untuk meminta petunjuk apa yang harus mereka lakukan.

Sering timbul kebingungan di dalam diri kita untuk mengerti janji Allah dan salah mengerti dengan apa yang dikatakan Tuhan, kadang timbul dalam pikiran kita perbedaan antara apa yang dikatakan Tuhan dalam Firman-Nya dengan apa yang kita alami sehari – hari.
Namun, perbedaan tersebut sebenarnya mengungkapkan kegagalan kita untuk memahami Allah dan apa yang Dia katakan dalam Firman-Nya (Alkitab), bukannya ketidak mampuan Allah untuk tetap setia memenuhi janji-Nya.
Maka dalam keadaan seperti ini kita juga harus mau belajar dari orang lain, yang sudah lebih berpengalaman, dan bersyukurlah untuk orang – orang yang sudah terlebih dahulu Tuhan persiapkan sebagai hamba – hamba-Nya untuk memperlengkapi kita, untuk mengerti apa yang dikatakan Tuhan dalam Firman-Nya, hal itu kita bisa dapatkan dengan pembacaan buku – buku rohani dan baik sarana lainnya .

Banyak buku – buku yang rohani yang berbobot yang dapat menolong pengertian kita akan Firman Tuhan, menolong penghayatan yang lebih dalam akan Firman-Nya, yang akhir akan menimbulkan kasih kita yang semakin segar dan sehat kepada Yesus.
Penafsiran dan penerapan yang salah akan firman Tuhan juga merupakan salah satu sebab yang mempengaruhi kasih kita kepada Tuhan, maka saya perlu peringatkan anda supaya selektif akan bahan bacaan anda !

c. Kehidupan doa hampir terhenti ketika kasih akan Allah melemah.

Orang – orang Kristen yang lemah secara rohani tidak memiliki keinginan untuk berdoa. Dan ketika mereka melakukannya, itu semata – mata sebagai keharusan dan bukan sebagai kesukaan.

Mereka masih rutin melakukannya tetapi sudah menjadi rutinitas, tidak lagi menjadi saat yang menyukakan dimana dia bertemu dengan kekasih hatinya yang selalu dia rindukan dalam hidupnya. Doa menjadi beban. Atau mungkin juga doa itu tidak lagi begitu berarti dalam hidupnya karena hati dan pikirannya sudah dibutakan oleh ilah jaman ini, yang sedang berkata “Kalau kita merencanakan segalanya dengan baik dilakukan dengan baik ditambah dengan pengalaman yang sudah matang maka hasilnya pasti memuaskan.”

Kalau begitu untuk apa susah – susah berdoa. Hati – hati ! para pelayan Tuhan yang sudah berpengalaman, pengalanman itu baik, tetapi jangan pernah terpikir dengan itu kita tidak perlu lagi bergantung kepada Tuhan.

d. Ketika kasih kita kepada Yesus sudah semakin lemah, kerinduan untuk memikirkan dan mengahayati kebaikan Yesus juga akan berkurang, kerinduan untuk duduk di kaki Yesus seperti Maria tidak lagi punya waktu, terlalu sibuk demikian alasan klasik yang sering dilontarkan.

Dia tidak pernah lagi dapat “melihat” Yesus yang “sudah dari tadi” menunggu untuk berbicara kepadanya, ingin mendengar keluhan – keluhannya, Yesus menunggu saat dia masih tertidur, dan berharap saat terbangun nanti akan “bercengkrama” dengan anak-Nya iu. Namun ketika anak-Nya itu terbangun tak sedikitpun dia memperdulikan-Nya,

Yesus yang melemparkan “senyum yang sangat manis” dan mengucapkan “selamat pagi,” juga tidak dihiraukannya, dia nampaknya terlalu sibuk sehingga tanpa pamit diapun bergegas meninggalkan Yesus. Buru – buru ke pelayanan kali. Yesus masih terus menunggu berharap besok pagi anak-Nya itu akan punya waktu bagi Dia. Sudah sekian lama Yesus mengharapkannya, berapa lama lagikah Dia harus menunggu ?

Penutup

Marilah kita yang sudah ditebus mahal oleh darah Kristus (1 Pet 1 : 18 -19 ) menempatkan Kristus juga yang terpenting di dalam kita melebihi apapun, menghormati Kristus lebih dari apapun dan mengasihi-Nya lebih dari apapun. “Barang siapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihiku …” (Yoh 14 : 21) . Tuhan Yesus memberkati.