Welcome

Bekerjalah Untuk Makanan Yang Tidak Dapat Binasa....!!!
Showing posts with label Kehidupan Kristen. Show all posts
Showing posts with label Kehidupan Kristen. Show all posts

Friday, 13 January 2012

CARA-CARA KRISTEN UNTUK MENGATASI STRES DALAM BEKERJA

CARA-CARA KRISTEN UNTUK MENGATASI STRES DALAM BEKERJA

Mencari tahu cara-cara Kristiani untuk mengatasi stres dalam bekerja, akan membantu Anda semakin dekat dengan Allah dan menjadi teladan bagi orang lain. Sebagai orang Kristen, Anda tentu ingin mengandalkan hubungan Anda dengan Tuhan untuk menentukan pilihan-pilihan yang baik, dan tempat kerja adalah tempat yang ideal untuk mempraktikkan nilai-nilai Kristiani Anda.

1. Tunjukkan Sikap Seorang Kristen

Sebagai orang Kristen, mungkin Anda tidak ingin memperlihatkan diri Anda sebagai orang yang berbohong, menipu, dan mencuri. Saat Anda ada di tempat kerja, pastikan Anda tetap melayani Allah. Jika Anda menaati firman Yesus, Anda tidak akan cenderung bereaksi dengan kemarahan terhadap orang lain. Dengan mencari cara-cara Kristiani untuk mengatasi stres dalam bekerja, berarti kita bersandar kepada Allah untuk menemukan ketenteraman pikiran dan untuk membimbing Anda sepanjang hari.

Ayat: "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya." (Amsal 13:11)

2. Tenanglah

Luangkan waktu kerja Anda selama beberapa menit untuk berdoa dalam hati. Walaupun ajaran agama tidak selalu bisa sejalan dengan lingkungan kerja Anda, Anda dapat meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan Dia kapan saja pada hari-hari yang penuh dengan tekanan. Tidak ada alasan apa pun sehingga Anda tidak bisa semakin dekat dengan Allah saat bekerja dan meminta-Nya untuk membimbing Anda. Bahkan, tidak ada waktu yang lebih baik lagi untuk datang kepada-Nya karena sepertinya Anda menghabiskan separuh waktu hidup Anda di tempat kerja.

Ayat: "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23)

3. Bersyukurlah

Lihatlah apa yang Allah inginkan untuk Anda alami dalam jam kerja Anda. Alih-alih menganggap stres sebagai hukuman dan kesulitan, percayalah bahwa Anda benar-benar melayani Dia. Sebagai orang Kristen, Anda setia dan penuh ucapan syukur. Daripada terkungkung dalam pekerjaan yang menekan, bersyukurlah kepada Tuhan atas upah kerja, tidak peduli seberapa berat pekerjaan yang harus dilakukan. Ketahuilah bahwa memiliki pekerjaan adalah sebuah hak istimewa. Daripada hanya fokus pada kesulitan-kesulitan, pikirkan pekerjaan Anda sebagai pelayanan kasih.

Ayat: "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi." (Pengkhotbah 9:10)

4. Ingatkanlah Diri Anda akan Kebenaran

Anda adalah anak Allah, Dia mengasihi Anda dan menginginkan Anda untuk bersandar kepada-Nya. Bacalah Alkitab untuk mendapatkan ketenangan dan carilah kutipan tentang pekerjaan, yang berkata-kata kepada Anda dan memberi Anda penghiburan. Anda juga dapat membuat catatan pengingat pada buku agenda harian Anda, yang memberi tahu Anda untuk mencari Allah terlebih dulu saat menghadapi tekanan pekerjaan. Tidak peduli apa pun masalahnya, carilah cara yang positif untuk mengatasi stres.

Alkitab mengatakan bahwa 6 hari lamanya kita bekerja dan hari ketujuh adalah hari istirahat. Ketimbang mengeluh karena Anda kurang istirahat, sadarilah bahwa bekerja adalah bagian dari rancangan Allah dan tujuan Anda. Angkatlah tekanan kerja Anda, yang tidak dapat dihindari dengan cara apa pun, serta tetapkan tujuan untuk menyenangkan Allah.

Ayat: "Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa." (Amsal 12:24)

5. Jadilah Teladan Kristus

Di tempat kerja, Anda mengembangkan hubungan yang berarti dengan berbagai macam orang, termasuk orang-orang percaya dan orang-orang yang tidak percaya. Kemungkinan tidak ada lagi kesempatan bagi Anda dikelilingi oleh orang-orang dari berbagai latar belakang, setiap hari. Tempat kerja adalah tempat yang ideal untuk mempraktikkan nilai-nilai Kristiani dan memberi teladan.

Bagaimana Anda bertingkah laku di tempat kerja menjadi kesaksian atas keyakinan Anda dan kesempatan untuk memuliakan Allah. Jangan membuat kesalahan dengan memberikan contoh yang buruk atau bertindak seenaknya. Hal ini membuat Anda terlihat buruk dan menyakiti orang-orang Kristen yang lain. Lebih lagi, bekerjalah untuk mengembangkan sifat sabar, setia, jujur, dan tunduk. Setiap kesulitan yang menghadang jalan Anda dapat dilihat sebagai batu-batu pijakan untuk menumbuhkan hubungan Anda dengan Allah, dan membagikan kasih Anda kepada orang lain.

Ayat: "Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?" (Pengkhotbah 3:22) 

Diterjemahkan dari:
Nama situs: LoveToKnow Stress Management
Alamat URL: http://stress.lovetoknow.com/Christian_Ways_to_Handle_Work_Stress
Judul asli artikel: Christian Ways to Handle Work Stress
Penulis: Lindsay Woolman

Apakah Anda Benar-Benar menikmati Pekerjaan Anda?

APAKAH ANDA BENAR-BENAR MENIKMATI PEKERJAAN ANDA?

"... tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya...." Pengkhotbah 3:22

Di tengah-tengah kesibukan kerja yang seakan tak pernah ada akhirnya dan jadwal-jadwal ketat yang kadang begitu menyesakkan, sering kali kita merasa stres. Kondisi demikian dengan mudah menyebabkan kita kehilangan sukacita. Tuntutan profesionalisme yang kian tinggi, ambisi meraih puncak karier, daya juang yang dipadukan dengan daya saing untuk menggapai prestasi terhormat, dan sederet sikap positif lainnya jelas memang bukan sikap yang keliru. Meskipun demikian, hal-hal tersebut tidak jarang membuat kita merasa stres dan tegang, yang akhirnya menimbulkan gangguan-gangguan psikosomatis, seperti: pusing, tidak bisa tidur, sakit lambung, gatal-gatal, dan lain-lain.

Kakak seorang dosen saya meninggal akibat penyakit jantung, justru ketika surat pengangkatannya dari kepala cabang menjadi direktur kantor pusat sedang diproses. Memang, seseorang yang pantang menyerah hanya dapat dipaksa menyerah oleh kesehatan yang terus memburuk atau kematian. Karena itu, kita sering mendengar orang-orang tua menasihati agar kita jangan bekerja terlalu berat (Bahasa Jawa: ngoyo). Kalau sudah jatuh sakit, mungkin baru terpikir: "Untuk siapa aku berlelah-lelah atau menolak kesenangan?" (Pengkhotbah 4:8) Karena itu, kajilah kemungkinan berikut.

1. Anda menyukai pekerjaan Anda, tetapi tidak menyukai suasana dan lingkungan kerjanya.

2. Anda menyukai suasana dan lingkungan kerja Anda, tetapi sebenarnya Anda tidak menyukai pekerjaan Anda.

3. Anda tidak menyukai baik pekerjaan Anda maupun lingkungan dan suasana kerjanya, tetapi terpaksa Anda jalani karena Anda butuh pekerjaan.

4. Anda menyukai baik pekerjaan Anda maupun lingkungan dan suasana kerjanya, tetapi Anda merasa tidak dapat berkembang bila terus bertahan dalam pekerjaan itu.

5. Anda menyukai baik pekerjaan Anda maupun lingkungan dan suasana kerjanya, tetapi Anda tertantang untuk mencoba berkarier di bidang lain karena tawaran gaji yang lebih besar atau karena bidang itu jauh lebih mengasyikkan.

Kelima kemungkinan itu memiliki satu persamaan, yaitu konflik kepentingan dan minat. Itulah inti masalahnya! Untuk mengatasinya, cobalah untuk:

1. Jujur terhadap diri sendiri.

Bila Anda belum menikah, pilihlah bidang yang paling Anda sukai sekaligus paling Anda kuasai, sekalipun bidang itu tidak menjanjikan penghasilan besar, karena kepuasan dan kebutuhan aktualisasi diri yang Anda peroleh dari pekerjaan Anda tidak dapat menandingi nilai uang yang Anda dapatkan. Bila Anda sudah menikah atau kebutuhan ekonomi sangat mendesak, Anda terpaksa harus memilih pekerjaan yang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi Anda saat ini, walau mungkin Anda tidak begitu suka dengan pekerjaan itu. Dalam hal ini, tanggung jawab terhadap keluarga harus mengalahkan kepuasan pribadi.

2. Kerjakan pekerjaan Anda sebaik mungkin (Pengkhotbah 9:10).

Pekerjaan yang terus ditekuni akan membuat Anda menjadi sangat profesional dalam bidang itu walaupun awalnya Anda tidak menyukainya. Lama-lama Anda akan menyukainya karena pekerjaan itu Anda geluti setiap hari. Perlu diingat bahwa perusahaan-perusahaan besar kini tidak segan-segan menghargai profesionalisme dengan gaji yang memadai.

3. Bijak mengambil keputusan.

Bila Anda tidak menyukai lingkungan tempat Anda bekerja karena lingkungan itu mengganggu kesehatan, apalagi bila dalam jangka waktu yang lama hal itu dapat berakibat fatal, sebaiknya Anda tidak ragu-ragu berhenti dan mencari kerja di tempat lain atau minta dipindahkan ke cabang lain. Bila Anda tidak menyukai suasana kerjanya, cobalah untuk menyesuaikan diri. Bila Anda menyukai pekerjaan Anda, hal ini akan mempermudah Anda untuk menyesuaikan diri dengan suasana kerja Anda. Bila suasana tempat kerja Anda menjadi tidak tertahankan, misalnya karena rekan atau bahkan atasan Anda suka membuat ulah, sebaiknya Anda juga tidak ragu-ragu untuk berhenti atau minta pindah ke bagian lain. Karena suasana kerja yang tidak sehat (beban kerja terlalu berat, dibenci rekan-rekan sekerja, konflik dengan atasan) dapat berakibat fatal.

4. Bila Anda merasa kurang dapat berkembang, silakan "meloncat" mencari kerja di tempat lain.

Tentunya, sebelum mengambil keputusan tersebut, Anda harus sudah mempertimbangkan masak-masak untuk ruginya.

5. Bila Anda ingin karier yang baru, pelajari baik-baik seluruh seluk-beluk karier itu.

Mungkin Anda hanya terpengaruh oleh hal-hal yang tampak menarik di permukaannya saja. Bila ternyata karier itu memang menjanjikan kepuasan dan masa depan yang lebih baik bagi Anda, silakan bermigrasi.

Pindah kerja memang susah-susah gampang. Anda perlu ekstra hati-hati "meloncat" bila usia Anda sudah agak tua. Salah-salah Anda malah tercebur ke selokan. Sudah tentu, risiko selalu ada. Karena itu, bila Anda sudah berumur dan merasa kemampuan kerja Anda biasa-biasa saja, cobalah belajar menikmati pekerjaan Anda, apalagi bila lingkungan dan suasana kerjanya cukup menyenangkan. Karena, bila Anda menikmati pekerjaan Anda, Anda pasti menyukainya. Dan bila Anda menyukainya, Anda akan asyik menekuninya karena kini pekerjaan itu telah menjadi seperti hobi. Dan bila Anda menekuni hobi Anda itu, tentu Anda tak akan merasa bahwa Anda sedang bekerja, bukan? Dan karena Anda tidak merasa bahwa Anda sedang menyelesaikan pekerjaan kantor, Anda tidak akan merasa stres atau diburu-buru. Bersamaan dengan itu, ambisi berlebihan yang dapat merusak saraf Anda tersublimasi secara otomatis dalam keasyikan dan kesenangan menekuni "hobi" Anda itu.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: 29 Kiat Sukses dalam Karier
Judul artikel: Apakah Anda Benar-Benar Menikmati Pekerjaan Anda?
Penulis: Arif Suryobuwono dan M. Kurniawati Prayitno
Penerbit: Yayasan ANDI Yogyakarta dan YASKI Jakarta, 1994
Halaman: 31 -- 34

Tuesday, 15 November 2011

Cara cepat membaca Alkitab dalam setahun

Cara cepat membaca Alkitab dalam setahun

Sudahkah anda membaca seluruh isi Alkitab? Belum? Nah lo, belum baca seluruh isinya koq bisa percaya seluruh isi Alkitab? Ibaratnya membeli kucing dalam karung, peduli amat isinya apa, yang penting gw percaya.
Padahal bukan itu yang diinginkan Tuhan. Tuhan menginginkan agar kita, anak-anakNya, dapat mengenalNya lebih dalam lagi. Bagaimana cara kita mengenal Allah? Tentu dengan membaca FirmanNya.
Selain untuk mengenal Tuhan, ternyata banyak sekali manfaat dari membaca Alkitab, berdasarkan beberapa penelitian dilaporkan bahwa kebanyakan orang yang membaca Alkitab memiliki tekanan darah yang lebih rendah, tingkat depresi lebih rendah, lebih sedikit menderita penyakit jantung, jarang yang kecanduan obat maupun alkohol, lebih sehat, dan jarang mengalami perpecahan dalam perkawinan, bahkan lebih produktif di tempat kerja.
Terbukti banyak sekali manfaat dari membaca Alkitab, tepat seperti yang disebutkan dalam Yosua 1:8 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung,” dan juga Mazmur 1:1-2 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”
Pertanyaannya adalah bagaimana caranya membaca Alkitab supaya tuntas dalam setahun saja?
Alkitab berisi kurang lebih 3 juta huruf, 31.000 ayat dan 1.189 pasal.
Untuk membaca seluruh Perjanjian Lama, dibutuhkan kira-kira 38 jam, sedang untuk Perjanjian Baru 11 jam. Jadi untuk membaca seluruh Alkitab diperlukan sebanyak 49 jam. Bila kita membaca Alkitab dengan keras dengan kecepatan berbicara biasa, kita membutuhkan waktu 70 jam, 40 menit.
Dengan membaca 4 pasal tiap-tiap hari, anda dapat menyelesaikan Alkitab dalam setahun (375 hari).

Karena itu, berdasarkan fakta-fakta di atas, berikut ini adalah cara cepat untuk membaca Alkitab dalam setahun:
  1. Buat komitmen menyelesaikan pembacaan seluruh isi Alkitab, berdoalah kepada Tuhan, mintalah tuntunan Roh Kudus agar anda dimampukan untuk dapat mengerti FirmanNya dan agar anda juga dapat menjalani komitmen tersebut.
  2. Buatlah waktu-waktu khusus membaca Alkitab setiap hari secara teratur. Misalnya waktu setelah bangun tidur, agar anda lebih semangat untuk membacanya. Tidak disarankan membaca Alkitab setelah makan, karena Anda akan lebih mudah mengantuk setelah makan.
  3. Mulai dari kitab Injil di Perjanjian Baru, terutama Injil Yohanes. Mengapa? Karena Injil Yohanes merupakan gambaran besar karya penebusan Kristus. Tidak masalah bila anda mau memulainya dari Injil Matius, hanya saja biasanya beberapa orang yang membaca Matius bosan ketika melihat silsilah yang memulai kitab Injil Matius. “kakeknya bokap gw aja gw ga tau namanya, lahh ini daftarnya puaanjaangg”.
  4. Setelah Injil Yohanes selesai, bacalah Injil Matius, Injil Markus, dan Injil Lukas. Anda boleh saja membolak-balik susunan pembacaan kitab Injil.
  5. Injil sudah selesai nih, lanjutkan membaca Kisah Para Rasul sampai Surat Yudas ya.
  6. Kemudian bacalah kitab Perjanjian Lama, mulailah dari kitab Mazmur dan Amsal. Kenapa tidak disarankan untuk langsung ke Kitab Wahyu? Ini dikarenakan banyak orang yang sudah membaca kitab Wahyu menjadi takut, dan berhenti membaca Alkitab. Ada baiknya kita membaca kitab Wahyu jika kita sudah membaca kitab para nabi tentang nubuatan akhir terlebih dulu, misalnya kitab Daniel.
  7. Mazmur dan Amsal selesai, silahkan baca kitab Kejadian, Keluaran, dst sampai Maleakhi. Kemudiaan masuk ke Wahyu.
  8. Ulangi lagi pembacaan Alkitab. Kali ini silahkan mulai dari Kejadian hingga ke Wahyu.


Perlu diingat:
  • Selalu minta tuntunan Roh Kudus ketika membaca Alkitab
  • Bertanyalah selalu saat Anda menganalisa isi Alkitab
  • Jika anda tidak mengerti kata-kata yang tertulis dalam Alkitab, silahkan baca Kamus Alkitab, tanya orang lain yang berkompeten (pendeta atau penatua), saya juga boleh ditanya. He he…. atau just Google it. :)
  • Gunakan stabilo atau pulpen untuk menandai ayat-ayat yang berkesan
  • Catat hal-hal yang penting yang Anda dapatkan dari pembacaan Alkitab di buku catatan ataupun di Alkitab
  • Lakukan setiap perintah Tuhan yang tertulis dalam Alkitab, percuma Anda membaca tapi tidak mempraktekkannya.
  • Jangan lupa bagikan apa yang sudah Anda dapatkan kepada orang lain.  

Selamat membaca dan mencintai Alkitab… GB :-)

Sumber:

Thursday, 20 October 2011

Seekor Anjing Bernama FAITH


Seekor Anjing bernama FAITH






Sebuah cerita yang segar dan inspiratif disertai dengan banyak foto yang hari ini saya dapat dari teman lama. meng-harukan, meng-gemaskan dan me-nyenangkan tentunya……..

Seekor anjing ini berjalan dengan hanya menggunakan 2 kaki saja, namanya adalah Faith (Keyakinan). Faith lahir pada tahun 2002, sehari sebelum hari Natal. Pada waktu baru dilahirkan, Faith memiliki 3 kaki, yaitu 2 kaki belakang, dan 1 kaki depan. Satu kaki depannya akhirnya di- amputasi karena bentuknya kecil dan tidak berkembang


 

Sejak dilahirkan, Faith tidak dapat berjalan selayaknya anjing yang normal, dia hanya bisa terbaring dengan lemah diatas lantai, dan meng – gerakkan tubuhnya dengan cara mengayuh dengan kedua kaki belakangnya. Bahkan induknya sendiripun ingin membunuh anaknya dikarenakan merasa anaknya tidak dapat berkembang seperti anjing yang normal.

Majikannya berpikir kalau Faith tidak akan bisa bertahan hidup, bahkan merencanakan untuk membiarkannya mati. Untungnya, ada sebuah keluarga Stringfellow (yang juga akhirnya menjadi majikan baru Faith sampai sekarang ini) menemukan Faith dan rela untuk merawatnya. Mereka bertekad untuk melatih Faith menjadi seekor anjing yang dapat berjalan. Keluarga ini memberinya nama Faith (Keyakinan). Mereka yakin akan ada suatu hari dimana Faith dapat berjalan! Pertama-tama mereka meletakkan Faith diatas sebuah skateboard agar Faith dapat merasakan badannya bergerak. Kemudian mereka menggunakan selai kacang yang diletakkan di sebuah sendok untuk memancingnya agar mau melompat dan merebut selai kacang tersebut. Di keluarga itu juga terdapat seekor anjing lain yang memaksa Faith untuk mau bergerak. Keajaiban pun terjadi, Faith perlahan-lahan akhirnya dapat menggunakan kedua kaki belakangnya dengan gerakan melompat untuk bergerak maju ke depan. Dengan latihan yang terus menerus, Faith akhirnya dapat berjalan dengan kedua kaki selayaknya seorang manusia, dan proses latihan ini hanya membutuhkan waktu tidak sampai 6 bulan.







Faith sangat suka sekali berlari kemana saja, kemana saja dia pergi selalu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Sebenarnya, Faith sudah mulai dikenal oleh orang-orang di berbagai belahan dunia. Pernah juga diliput oleh berbagai acara di televisi dan juga surat kabar, dan juga telah terbit sebuah buku berjudul “With a little Faith” yang menceritakan kisahnya. Bahkan sempat direncanakan untuk tampil sebagai bintang tamu di salah satu episode film Harry Potter.


Sekarang Jude Stringfellow (majikan Faith) tidak perlu lagi melatih Faith, karena telah merencanakan untuk membawa Faith pergi ke seluruh dunia untuk menyebarkan pesan “Tidak memiliki tubuh yang sempurna, juga dapat memiliki jiwa yang Sempurna”









Inspirasi ternyata juga bisa kita dapatkan dari se-ekor binatang yang cacat. Di-sini Faith membuka mata saya dengan usahanya yang gigih untuk dapat berjalan normal. Lihatlah betapa semua orang yang berinteraksi dengannya di foto-foto diatas sangat terpesona dan menyayanginya.

Faith telah berhasil merubah apa yang kelihatannya sebagai kelemahan menjadi sebuah kekuatan dahsyat.

Faith telah berhasil menyenangkan banyak orang yang bertemu dengannya.





Kesenangan, canda tawa, rasa haru, kagum, cinta kasih semua bercampur aduk mengikuti kemana pun dia pergi…………… Faith menjadi berkat bagi orang lain dengan kehadirannya.






Faith telah berhasil menjadi inspirasi banyak orang…………
(Sumber : Inspirasi)

Friday, 12 August 2011

SPRITUALITAS THEOLOGY

SPRITUALITAS ROHANI
(Ringkasan Buku)
Bagian 1. Prinsip-Prinsip Teologi dari Teologi Rohani
Pokok-pokok yang menonjol:
            Pengalaman pribadi bertemu dengan Allah dalam Kristus  Yesus    merupakan teologi yang sejati dan dari pengalaman inilah yang akan menuntun pada pengetahuan yang lebih dalam tentang Allah. Pengalaman dengan Allah secara pribadi dikenal dengan istilah spiritualitas, atau teologi rohani. Dan teologi yang benar harus merupakan lagu pujian.
            Teologi rohani adalah ilmu yang menyimpulkan hal-hal yang membentuk kesempurnaan kehidupan rohani dan bagaimana manusia dapat melangkah maju. Teologi rohani adalah hal yang askesis, itu berarti latihan-latihan rohani yang disiplin dan sistematis menjadi sarana utama dalam perkembangan rohani. Teologi rohani menanyakan bagaimana pemahaman kita tentang Allah mempengaruhi pemahaman kita tentang  sifat dan tujuan hidup Kristen.
            Ada kriteria formal tertentu untuk menentukan apakah spiritualitas tertentu cukup memadai yaitu, sifat komprehensif yang mampu menjelaskan semua pengalaman religius, mampu menghimpun semua sumber daya rohani yang tersedia bagi gereja dan mampu menekankan pendekatan yang seimbang dalam pengembangan kehidupan rohani. Selanjutnya adalah sifat koheren sebagai sifat yang mampu mengembangkan spritualitas yang konsisten, ini tidak berarti bahwa setiap poin dalam teologi kita harus dapat dijelaskan secara rasional, kriteria selanjutnya adalah sifat yang bisa membangkitkan semangat.
             Apakah yang membuat suatu teologi rohani kristen bagus? Jawabanya adalah teologi rohani yang memadai harus ditandai dengan kepekaannya terhadap pebedaan kontekstual dalam dunia.
            Inti teologia rohani  adalah doa karena di dalam doalah masa lalu dan masa sekarang dipersatukan.
            Untuk bertemu dengan Allah kita harus melakukan penyangkalan diri secara total, disana kita akan menyentuh kedalaman manusia yakni diri sendiri dan orang lain. Sebaliknya kita harus memberikan diri untuk pembebasan manusia tanpa mencari kehormatan bagi diri sendiri dan disanalah kita akan mengalami Allah.
            Menjadi orang Kristen tidak sekedar menerima prinsip-prinsip Kristen tertentu, tetapi harus memasuki suatu hubungan pribadi dengan Yesus, pengalaman pertobaan itu harus melibatkan kontak yang hidup dengan pribadi Kristus yang transenden didalam konteks historis yang konkret.
            Keselamatan yang dialami manusia dalam Kristus bukanlah sebagai pelepasan impersonal dari bencana yang akan datang tetapi keselamatan itu dialami sebagai persekutuan yang hidup, maka didalamnya akan ada sukacita yang sejati.
           
Manfaat pokok-pokok tersebut:
            Bagian ini mengingatkan bahwa belajar teologi bukan hanya supaya kita memiliki pengetahuan atau kepintaran tentang allah dan ciptaan-Nya tetapi supaya mengalami pertemuan secara pribadi dengan Yesus atau memiliki pengalaman dengan Yesus. Tanpa pengalaman bertemu dengan Tuhan maka sulit bagi kita untuk melakukan pelayanan dengan benar, juga sulit untuk menjalin persekutuan yang indah dengan Tuhan.
            Latihan-latihan dalam menjalani kehidupan kerohanian sangat diperlukan, tidak ada yag instant dalam melakukan hubungan dengan Tuhan, latihan dan disiplin yang tinggi akan mempengaruhi kwalitas hubungan kita dengan Tuhan.

Topik yang berguna dalam menggumuli spiritualitas pribadi:
            Topik yang berguna dalam menggumuli spiritualitas pribadi saya dalam bagian 1 ini adalah, pemahaman pengertian teologi rohani dan kemampuan untuk membedakannya dengan teologi praktis menolong untuk meningkatkan hubungan pribadi dengan Allah. Teologi spiritualitas dapat sempurna dialami adalah dengan latihan-latihan yang disiplin dan sistematis, teologi rohani merupakan disiplin teologis. Teologi rohani yang baik adalah teologi yang mampu dan memiliki kepekaan terhadap perbedaan kontekstual dalam dunia.
            Selanjutnya teologi spiritualitas dari aliran-aliran yang ada tidak boleh dikesampingkan begitu saja, kriteria-kriteria yang di tetapkan aliran protestan, injili pentakosta atau karismatik masing masing mempunyai kelbihan dan kekurangan, tetapi salah satu diantaranya tidak boleh dikesampingkan, idealnya nanti tidak ada lagi perbedaan antara Kristen karismatik dan non karismatik, hal ini perlu digumulkan dalam memandang dan menerima satu sama lain, setiap orang Kristen harus menjadi kharismatik dan asketik.


Bagian 2. Doktrin Kristen Tentang Allah Sebagai Dasar Bagi Spiritualitas Kristen
Pokok-pokok yang menonjol:
Allah yang kita kenal dalam Kristus Yesus adalah Allah yang imanen dan transenden. Allah Alkitab adalah Allah yang memiliki kepribadian yang bekerja secara dekat dengan ciptaanNya,  berbeda dari Allah yang tidak memiliki perasaan, yang tidak dikenal menurut pandangan Platonisme, Allah kita bukanlah Allah yang tidak dapat dikenal atau jauh dari manusia dan Allah dalam Kristus itu adalah Allah yang menekankan persekutuan pribadi. Hendaknya spritualitas kita dibangun atas dasar ini.
Spiritualitas itu harus berfokus kepada Allah sebagai Bapa yang merupakan pencipta segala sesuatu dan seluruh ciptaan merupakaan milik Allah dan mencerminkan kemuliaan Allah. Kemudian juga harus berfokus kepada spritiualitas pada karya keselamatan yang dikerjakan Kristus dan juga kepada spritualitas Roh Kudus. Spiritualiatas ini tidak boleh berfokus secara eksklusif hanya kepada satu pribadi tetapi harus spritualitas yang bersifat Trinitarian.
Spiritualitas Trinitarian ini paling tidak ditandai dengan bentuk stabilitas dan pemahaman sakramental tentang benda-benda ciptaan, kemudian harus menjalin hubungan secara pribadi dengan Allah melalui pribadi Kristus Yesus dan juga spritualitas itu harus bersifat terbuka bagi karya ajaib Allah Roh Kudus.
Dan akhirnya yang menjadi tujuan spiritualitas  rohani itu adalah berdiamnya Trinitas yang kudus dalam diri manusia.   

Manfaat pokok-pokok tersebut:
            Bagian ini bermanfaat untuk memberikan pengertian bahwa Allah kita pencipta segala sesuatu tidak jauh dari kita, Ia ada disekitar kita, berada dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam dunia ini, pemahaman tentang imanensi dan transendensi Allah akan mengubah cara berpikir kita tentang Allah.
Kadang kala dalam kehidupan spiritualitas rohani sehari-hari kita lebih mengutamakan salah satu pribadi Trinitarian itu, penekanan yang berlebihan terhadap Roh Kudus sering mengakibatkan hanya berpikir tentang karya-karya dari Roh Kudus.
             
Topik yang berguna dalam menggumuli spiritualitas pribadi:
            Topik yang bermanfaat dalam bagian ini untuk menggumuli spritualitas pribadi adalah, topic tentang problem imanensi dan transendensi Allah, ini penting karena dengan memahami bahwa Allah kita adalah Allah yang imanen dan transenden maka kita akan menyadari bahwa Allah itu dekat dengan kita, Dia memiliki perasaan, kepribadian , tidak terpisah dari kita dan terlibat dalam segala sesuatu yang terjadi dalam alam semesta ini. Namun perlu diingat bahwa Allah itu tidak bisa dijelaskan hanya dengan menggunakan pikiran kita yang terbatas ini, kita dapat mengenalNya sejauh Ia memperkenalkan diri kepada kita.
            Selanjutnya adalah topic tentang sifat Spiritualitas Trinitarian, dalam menjalin hubungan dengan Allah kita tidak hanya terhubung dengan satu pribadi saja, tetapi dengan ketiga pribadi Allah, dalam penyembahan kita menjumpai Allah yang adalah Bapa, Anak dan Roh Kudus dalam realitasnya yang kongkret.   


Bagian 3. Dosa dan Sifat Manusia
Pokok-pokok yang menonjol:
            Topik dalam bagian ini membahas kedalaman dosa dan beragam dosa, dosa adalah kecanduan. Problem spritualitas yang paling mendasar adalah problem dosa.        Spritualitas yang dikembangkan untuk membahas konsep dosa yang lebih luas tidak dapat dibatasi hanya pada pertumbuhan hubungan seseorang dengan Allah, harus mencakup aspek antar pribadi dan aspek sosial.
            Ada tiga bentuk reduksionisme utama yaitu materialisme dimana keyakinan bahwa segala sesuatu tentang sifat manusia dapat direduksi menjadi aspek dunia fisik tertentu, kemudian psikologisme.Orang-orang Kristen kadang-kadang mempraktikkan reduksionisme rohani dengan menawarkan penjelasan rohani untuk setiap problem. Salah satu problem utama yang dihadapi banyak pendeta di Asia adalah hubungan antara penyakit dan dosa, sering sekali penyakit yang diderita dianggap karena dosa.
            Konsep tentang dosa yang berbeda memiliki konsekwensi yang sangat berbeda dalam pertumbuhan kehidupan rohani. Dosa harus dipahami secara tepat agar dapat dilawan secara efektif.
            Daging adalah dosa di dalam kita, dunia merujuk pada dosa di sekitar kita dan Iblis dosa di luar kita. Ke mana pun kita berpaling kita menemui dosa sebagai kondisi manusia yang sudah dirembesi seluruhnya.
            Dosa nomor satu dalam diri manusia adalah kesombongan, Agustinus berkata kesombongan adalah permulaan dosa. Kesombongan itu merupakan pengagungan diri yang tidak sepantasnya. Kesombongan membelokkan kebenaran tentang kebenaran kita yang sebenarnya menjadikan diri kita yang lebih utama dari sang Pencipta.
Kesombongan melahirkan enam dosa maut lainnya yaitu kemuliaan yang sia-sia, iri hati, amarah, kesedihan, ketamakan,  kerakusan dan hawa nafsu.  
Kesombongan adalah dosa Iblis yang membuatnya lebih senang memerintah di neraka daripada disorga.
Obat bagi kesombongan ini adalah kerendahhatian, Alkitab menyarankan kita bersikap rendah hati dan memperingatkan kita untuk tidak memikirkan hal yang lebih tinggi.
           
Manfaat pokok-pokok tersebut:
            Pokok-pokok tersebut mengigatkan untuk menyadari bahwa semua manusia tidak ada yang tidak terlepas dari dosa, akibatnya kita memerlukan sesuatu dari luar diri kita untuk menolong kita. Hubungan dengan Tuhan dihalangi oleh yang namanya dosa, bukan hanya dengan Tuhan tetapi juga dengan lingkungan dan orang lain.
            Menurunkan standar dan pengertian dosa berakibat kepada menurunya kwalitas kerohanian.
            Sampai sekarang dosa paling utama itu adalah kesombongan, bagian ini mengingatkan akar saya tidak menyombongkan diri dengan segala yang ada pada saya sekarang, kesombongan berarti awal kehancuran. Poin ini demikian penting untuk benar-benar dipahami agar kita tetap rendah hati dalam hidup kita, kejatuhan para hamba-hamba Tuhan paling banyak juga dengan dosa yang satu ini, pujian yang seharusnya dialamatkan kepada Allah sering dibelokkan kepada para pelayan.

Topik yang berguna dalam menggumuli spiritualitas pribadi:
            Dalam bagian ini topik-topik yang sungguh berarti dalam menggumuli spitualitas saya adalah kehidupan rohani dan sifat manusia, pemahaman yang benar tentang sifat manusia akan menolong untuk dapat meningkatkan hubungan yang baik dengan Tuhan, pengertian tentang materialisme dan psikologisme dalam diri manusia akan menolong kita agar tidak berusaha menjawab semua problem dengan penjelasan rohani, tidak semua masalah manusia karena kerasukan roh jahat, juga tidak semua masalah penyakit dan kemiskinan berhubungan dengan dosa.


Bagian 6. Teologi dan Kehidupan Doa
Pokok-pokok yang menonjol:
            Doa adalah tindakan pertama yang menghubungkan doktrin dan praktik, bagian lain adalah rincian dari tindakan pertama ini dengan kata lain semua kegiatan rohani lainnya tergantung pada doa. Di dalam doa seseorang memasuki hubungan pribadi dengan Tuhan.
            Seluruh kehidupan Kristen dapat digambarkan melalui kehidupan doa. Doa harus merupakan kebiasaan karena itu diperlukan kegiatan berdoa secara terus menerus dan menjaga bahwa kebiasaan itu tidak berubah menjadi doa yang sifatnya formalistik.
Doa itu berasal dari Allah dan merupakan inisiatif Allah, kita tidak melahirkan doa tetapi doa sudah berlangsung di dalam diri kita, firman Allah yang memiliki inisiatif, kita sekedar menjadi pendengarnya.
Allah adalah pusat segala sesuatu, dan segala sesuatu pada akhirnya terkait dengan Allah. Doa membuat segala kegiatan baik pekerjaan, pikiran maupun segala hal lain menjadi religius. Doa harus jujur dihadapan Allah, dalam hal ini kita perlu belajar dari anak kecil karena belum dirusak apa yang disebut pengalaman orang dewasa.
Kita harus mengalami pertumbuhan dalam doa tetapi melakukan doa merupakan pekerjaan yang sulit itu karena kita harus memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, hal ini akan menyingkapkan diri kita yang sebenarnya. Pengungkapan itu selapis demi selapis dan merupakan proses yang menyakitkan. Pertumbuhan dalam doa ini sering disamakan dengan pertumbuhan dalam pernikahan, proses saling mengenal dan membuka diri mutlak diperlukan.
Seserang yang bertumbuh didalam doa bergerak lebih jauh dari doa-doa permohonan yang berpusat pada kepentingan sendiri dan mulai beralih pada doa pemujaan dan ucapan syukur kepada Allah.
Kita perlu bertahan, bertekun dalam doa meskipun perasaan kita menentangnya. Teknik doa sama dengan teknik pergi ke gereja, yang diperlukan di dalamnya adalah kehendak.
Doa merupakan manifestasi dari baptisan, doa selalu merupakan respon terhadap inisiatif Allah. Doa adalah tanda kehidupan dari orang-orang yang ada di dalam Kristus. Dan semua doa dimulai dengan permohonan

Manfaat pokok-pokok tersebut:
Setelah membaca topik dalam bagian ini, mengingatkan agar segala sesuatu kegiatan dipusatkan kepada doa. Kehidupan rohani berjalan dengan baik atau tidak dapat diukur dan dilihat melalui kehidupan doa. Pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas, maka kita perlu melatih diri untuk berdoa, jadikan doa sebagai suatu kebiasaan.
Kehidupan doa tidak boleh berhenti, harus terus-menerus dilakukan. Dalam berdoa sangat diperlukan kejujuran dan keterbukaan terhadap Allah, melalui doaalah saya bisa bertumbuh.

Topik yang berguna dalam menggumuli spiritualitas pribadi:
Topik yang bermanfaat dalam bagian ini untuk menggumuli spiritualitas pribadi saya adalah, bahwa seluruh kehidupan harus dipusatkan kepada Allah melalui doa, hal ini menghindarkan dari sifat yang egois.
Kemudian dalam memandang segala sesuatu dalam hidup harus dihubungkan dengan doa maka semuanya akan bersifat religius, sering sekali terjadi pemisahan yang disebut dengan dunia sekuler dan dunia rohani, tetapi dengan doa tersebut maka semuaanya akan bersifat religius.


Bagian 7. Latihan Rohani Berfokus Pada Allah dan Diri Sendiri
Pokok-pokok yang menonjol:
Kita membutuhkan teologi untuk menebus kebiasaan / kerutinan sehingga setiap aspek kehidupan kita sehari-hari sepenuhnya diintegrasikan pada iman.
Dalam bagian ini diperlukan latihan merasakan kehadiran Allah, yang juga disebut doa rekoleksi,  hal ini tidak perlu berupa tindakan yang formal atau terpaku pada waktu, meskipun penetapan jadwal waktu yang teratur bisa membantu menghasilkan kecakapan yang lebih besar. Doa itu tidak perlu sesuai dengan struktur formal mana pun, sebab doa itu menunjukkan kondisi yang berbeda-beda pada saat kita berbicara kepada Allah. Untuk merasakan kehadiran Allah adalah dengan melakukan seperti doa Yesus yang merupakan doa spontan, kemudian mengikuti kalender gereja, dan dengan belajar membaca buku pemeliharaan ilahi, karen Allah hadir dalam segala sesuatu dan dalam semua peristiwa, dan untuk merasakan kehadian-Nya dalam satu situasi atau peristiwa dapat menciptakan kesan yang dasyat.
Menuruti kehendak Allah berarti menyatukan kehendak kita dengan kehendak-Nya dalam kasih. Langkah-langkah untuk menuruti kehendak Allah yaitu, terbenam dalam Alkitab, mengakui Allah, dan belajar ketaatan. Tidak menaati kehendak Allah yang tertentu membuat kita tidak mampu menemukan kehendak Allah yang tidak tertentu.
Pengetahuan tentang Allah membangkitkan pengetahuan yang dalam tentang diri sendiri dan hal sebaliknya juga berlaku. Doa harus memeriksa diri sendiri supaya dapat berdoa lebih baik, hal ini memang latihan yang merendahkan diri kita tetapi mutlak diperlukan sebagai latihan permulaan tanggung jawab atas diri sendiri. Melalui hal ini Allah dapat memberitahu kita  kondisi yang sebenarnya dari hati kita. Pemeriksaan diri dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menyimpan catatan harian, yang mencatat latihan-latihan harian dan karya kasih karunia dalam kehidupan seseorang.

Manfaat pokok-pokok tersebut:
            Pokok-pokok dalam bagian 7 ini bermanfaat untuk menolong saya mengatasi kejenuhan dalam rutinitas setiap hari.
            Kadang kala doa yang dilakukan hanyalah sebagai rutinitas setiap hari, masih berdoa tetapi rohani mengalami apa yang disebut kantuk rohani, pelayanan-pelayanan masih tetap dilakukan namun hanya sekedar melakukan kegiatan rohani saja. Bagian ini bermanfaat mengingatkan kita untuk melatih doa secara terus-menerus, metode-metode juga perlu dipelajari agar tetap bisa dijaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan.
            Untuk mengetahui kehendak Allah selain berdoa, bagian ini mengingatkan agar membaca Alkitab secara rutin dan terus belajar untuk taat.

Topik yang berguna dalam menggumuli spritualitas pribadi:
            Yang sungguh berarti dalam menggumuli spritualitas pribadi saya adalah latihan merasakan kehadiran Allah, kemampuan merasakan kehadiran Allah setiap saat menuntut kekudusan diri karena tana kekudusan tidak ada yang bisa bertemu dengan Allah.
            Selanjutnya adalah topik menuruti kehendak Allah, untuk bisa mengetahui dan menuruti kehendak Allah menuntut saya selain berdoa adalah sering membaca Alkitab, belajar untuk mengakui Allah dalam setiap keadaan. Menuruti kehendak Allah juga menuntut ketaatan untuk melakukannya.
            Kemudian adalah doa yang memeriksa diri sendiri, latihan ini sering saya abaikan karena memang hal ini adalah latihan merendahkan diri, hal tersulit dalam hidup ini adalah mengalahkan diri sendiri, jujur terhadap diri sendiri. Latihan-latihan dalam memeriksa diri ini sangat bermanfaat untuk membuat kita menjadi semakin dewasa dalam Tuhan.


Bagian 11. Membedakan Roh
Pokok-pokok yang menonjol:
Kemampuan membedakan roh merupakan kebutuhan yang sangat dirasakan dalam budaya monastic. Tanpa kemampuan membedakan roh, kita tidak dapat berharap untuk dapat membuat kemajuan rohani.
Pembedaan roh berarti mengenal kehendak Allah dalam situasi khusus, ini merupakan kesulitan terbesar bagi kehidupan seseorang. Karena ini berkaitan dengan seluruh sikap kita terhadap Allah dan diri sendiri. Kemapuan membedakan roh menyiratkan tingkat kedewasaan atau kecakapan rohani.
Untuk mampu membedakan roh perlu diperhatikan peraturan dalam membedakan roh. Alkitab memberikan kriteria objektif tertentu untuk membantu kita membedakan nabi yang benar dengan yang palsu, beberapa diantaranya adalah penggenapan nubuat, keortodoksan mereka dan isi pengajaran nabi itu. Cara hidup dan karakter menujukkan siapa mereka sebenarnya.
Peraturan untuk membedakan roh sangat bermanfaat, tetapi kemapuan kita untuk menerapkannya pada situasi tertentu sangat terbatas.
Sifat yang membuat kita dapat membedakan roh adalah hubungan yang akrab dengan Allah. Kita harus dengan kasih, rendah hati, memiliki keberanian atau keteguhan hati, kemampuan untuk menemukan sikap seimbang saat menghadapi pilihan yang sulit (buah simalakama) dan percaya pada saat mengambil tindakan Alah akan menjalankan kehendak-Nya sendiri dalam tindakan kita.
Untuk membedakan roh dalam dunia kita memerlukan sikap berjaga-jaga hal ini tidak berbeda dengan berdoa, sikap ini membutuhkan usaha keras dari semua indera kita untuk melihat, mendengar, mencium, merasakan dan meraba apa tindakan yang diperlukan dalam setiap situasi dalam dunia.
Banyaknya fenomena kerohanian yang luar biasa memerlukan kemampuan membedakan roh, karena fenomena yang luar biasa tidak selalu merupakan hal yang’rohani’ atau supernatural. Diperlukan juga kemampuan untuk melihat apakah hal itu memenuhi kriteria moral dan teologis bukan dengan pertanyaan apakah fenomena itu ditemukan dalam Alkitab atau tidak. Kemudian kemampuan untuk membedakan antara penyataan pribadi dengan umum.
Akhirnya kemapuan untuk membedakan roh merupakan proses yang tumbuh dari kehidupan dalam Kristus dan membantu memperdalam kehidupan, dan orang yang tidak pernah diajar membedakan roh selamanya tetap kanak-kanak.

Manfaat pokok-pokok tersebut:
            Banyaknya fenomena kerohanian yang terjadi pada masa saat ini sangat membutuhkan kepekaan dan kemampuan membedakan roh, kemampuan itu memerlukan latihan yang serius dan kemampuan membedakan roh menuntun kita untuk dewasa secara rohani.
            Hal yang paling indah dalam hidup adalah jika kita dapat mengerti dan mengetahui kehendak Allah yang adalah Roh dalam hidup kita, jika kita mampu mengetahui kehendak Allah tersebut maka kita akan tetap berjalan dalam koridor yang sudah Allah persiapkan bagi kita.
            Untuk dapat membedakan roh tersebut menuntut kita untuk menjalin hubungan yang akrab dan serius dengan Allah, hanya dengan cara inilah setiap orang percaya dapat menentukan pilihan dalam kondisi sulit, karena ini menuntut kita untuk hidup dalam kekudusan, ketaatan dan tidak akan bimbang dalam menghadapi problem yang diperhadapkan kepada kita.

Topik yang berguna dalam menggumuli spritualitas pribadi:
            Pada bagian ini topik yang berguna dalam menggumuli spritualitas pribadi adalah, pertama kemapuan untuk membedakan roh, kemapuan ini menuntut saya untuk terus menerus latihan dalam menuju kedewasaan rohani dengan menjalin hubungan yang manis dengan Allah, ini mutlak diperlukan karena dalam realitas masyarakat atau pelayanan tiruan rohani kadang sulit dibedakan dari yang asli, banyaknya fenomena rohani yang terjadi dalam masa ini menuntut kepekaan, kemampuan dalam menilai apakah hal tersebut berasal dari Allah atau bukan.
            Kemampuan membedakan roh juga menuntut agar saya rendah hati, karena saya harus sadar bahwa kemampuan untuk menyelidiki hikmat Allah yang tersembunyi adalah dengan sikap kerendahan hati.


Sumber:
Judul Buku     : SPIRITUAL THEOLOGY, Studi Sistematis Tentang Kehidupan Kristen
Pengarang     : Simon Chan
Penerbit         : ANDI

Saturday, 25 June 2011

AKHIR DARI SUATU PERJALANAN

AKHIR DARI SUATU PERJALANAN
by: Fernando Tambunan

Memikirkan tentang akhir dari suatu perjalanan hidup (kematian) adalah suatu hal yang seringkali dianggap menakutkan. Di satu sisi kita sependapat bahwa mereka yang memikirkan akhir hidupnya (baca: kematian) adalah mereka menyadari eksistensi diri, namun di sisi yang lain, Mungkin saja dalam ketakutannya tersebut manusia lalu terdorong untuk mengerjakan pekerjaan yang berarti, namun sekali lagi, ketakutan, bagaimanapun juga, tidak dapat dianggap sebagai kebajikan .

Lalu, apakah mereka yang tidak mempedulikan hari kematiannya, bersikap lebih bijaksana daripada mereka yang ketakutan dan terus-menerus memikir-kannya? Sama sekali tidak. Bahkan lebih parah daripada yang pertama. Kitab Suci mengatakan bahwa mereka yang tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian, secara konsekuensi logis, boleh mengambil gaya hidup hedonisme dengan semboyannya yang terkenal “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati” (I Kor 15:32). Kehidupan yang tidak pernah memikirkan keterbatasan kehidupan itu sendiri, akan cenderung membawa manusia untuk hidup mencari kepuasan pribadi. Kepuasan pribadi ini tidak harus selalu dinyatakan dalam gaya hidup pesta pora dan mabuk-mabukan, pergi ke pelacuran dan sebagainya. Pengejaran kepuasan serta kenikmatan pribadi ini mungkin saja mengambil bentuknya dalam kehidupan moral yang tinggi, suka menolong orang lain, menjadi seorang humanist, namun pada akar hatinya adalah mengejar kepuasan diri sendiri.

Daud berdoa kepada Tuhan agar ia diajar bahwa hidupnya memiliki sebuah akhir (Mazmur 39:5). Mengapa perlu diajar? Bukankah pengalaman dari sejarah, data empiris sudah dengan begitu gamblang menyatakan bahwa hidup manusia memang memiliki sebuah akhir? Adakah manusia yang begitu keras kepala menolak kenyataan bahwa hidup kita memang suatu saat akan berakhir? Tampaknya tidak banyak orang yang memiliki kenekadan seperti itu. Namun, sesungguhnya yang dimaksud oleh Daud adalah bahwa sekalipun manusia mengetahui bahwa hidupnya memiliki sebuah akhir, namun manusia menghidupinya seolah-olah tidak ada akhirnya. Tidak ada kepekaan akan waktu yang semakin singkat dalam hidup manusia. Dalam keadaan seperti inilah Daud memohon kepada Tuhan agar ia terus diajar bahwa hidupnya suatu saat akan berakhir. Waktu tidak selama-lamanya diberikan kepada manusia. Suatu saat ia harus mengakui, entah dengan rela atau tidak rela, bahwa ia adalah ciptaan yang terbatas, dan bahwa hidupnya tidak sepenuhnya berada dalam kekuasaannya sendiri, ia harus mempertanggung-jawabkan segala sesuatu yang telah dilakukannya selama hidupnya di hadapan Penciptanya. Tanpa pengertian ini (bukan sekedar pengetahuan!) manusia tidak mungkin memiliki tujuan hidup yang benar. Ia boleh memiliki tujuan hidup yang dianggapnya begitu pasti, dan mengejarnya dengan segala kekuatan self-determinasi, namun di hadapan Tuhan sesungguhnya semuanya hampa. Manusia melakukan hal-hal yang menimbulkan sesuatu yang tidak perlu, ia mengumpulkan dengan tidak mengetahui siapa yang kelak akan menikmatinya. Inilah paradoks hidup manusia yang hanya mengejar keuntungannya sendiri. Sesungguhnya, ia berjalan dalam kehidupan yang sangat tidak pasti!

Dalam kegalauan jiwanya, pemazmur belajar untuk tetap berharap kepada Tuhan (Mazmur 39: 8). Suatu pengharapan yang diteriakkan dari sebuah pengenalan diri serta kebutuhannya yang terdalam, yaitu agar Tuhan membebaskan dia dari segala dosa-dosanya. Kebanyakan manusia hidupnya tertekan karena sakit-penyakit, ekonomi tidak mapan, kurang berhasil dalam menjalin hubungan dengan sesama, study tidak lancar, masa depan tidak jelas dan lain sebagainya, namun berapa orang yang tertekan seperti Daud, menyadari bahwa problema terbesar dalam hidup manusia bukanlah hal-hal di atas, melainkan kehidupan yang berdosa. Berapa serius dosa di hadapan kita? Ini pertanyaan yang harus kita jawab!

Inilah cicipan kematian yang sesungguhnya: hidup dalam dosa. Para eksistensialist seringkali dikuasai oleh ketakutan untuk tidak lagi bereksistensi. Namun kita dapat memper-tanyakan “Apa itu eksistensi dan bagaimana bereksistensi?” Sesungguhnya ketika seseorang berbuat dosa, ia menghancurkan eksistensinya dalam pengertian yang paling dalam, karena eksistensi manusia adalah suatu eksistensi yang tidak mungkin tidak harus dikaitkan dengan hubungannya di hadapan Allah (entah hubungan dikasihi-mengasihi, atau menolak-dimurkai). Dengan berbuat dosa manusia merusak hubungannya dengan Allah. Semakin ia tidak suka berhubungan denganNya, semakin ia akan menghancurkan dirinya sendiri. Mari kita lihat dua pertanyaan pertama dalam Katekismus Heidelberg (1563) berbunyi demikian “Apakah satu-satunya penghiburan Saudara, baik pada masa hidup maupun pada waktu mati?” Dijawab, “Bahwa aku, dengan tubuh dan jiwaku, baik pada masa hidup maupun pada waktu mati (Rom 14:7-8.), bukan milikku (1Kor 6:19), melainkan milik Yesus Kristus, Juruselamatku yang setia (1Kor 3:23). Dengan darah-Nya yang tak ternilai harganya Dia telah melunasi seluruh utang dosaku (1Pet 1:18- 19) dan melepaskan aku dari segala kuasa iblis (1Yoh 3:8b). Dia juga memelihara aku (Yoh 6:39), sehingga tidak sehelai rambut pun jatuh dari kepalaku di luar kehendak Bapa yang ada di sorga (Mat 10:30), bahkan segala sesuatu harus berguna untuk keselamatanku (Rom 8:28). Karena itu juga, oleh Roh-Nya yang Kudus, Dia memberiku kepastian mengenai hidup yang kekal (2Ko 1:22), dan menjadikan aku sungguh-sungguh rela dan siap untuk selanjutnya mengabdi kepada-Nya (Rom 8:14).” Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan kedua berbunyi,: ”Berapa pokok yang perlu Saudara ketahui, supaya dengan penghiburan ini Saudara hidup dan mati dengan bahagia?” Dijawab,: “Tiga pokok (Maz 130:3-4). Pertama. betapa besarnya dosa dan sengsaraku (Rom 7:24-25). Kedua, bagaimana aku mendapat kelepasan dari semua dosa dan sengsaraku (Mat 11:28). Ketiga, bagaimana aku harus bersyukur kepada Allah atas kelepasan yang demikian itu (Kol 1:12.)”. Menjadi milik Allah (dan bukan milik sendiri) adalah penghiburan yang terbesar. Alangkah celakanya jika manusia justru berpikir sebaliknya! Perhatikan saja, di manakah ada manusia yang dengan segala keperkasaan yang ada padanya sanggup menguasai maut sehingga ia tidak harus mengalaminya? Jika tidak ada, mengapa banyak orang enggan untuk menyerahkan sepenuhnya hidupnya (dan bukan hanya kematian yang tidak sanggup dikuasainya). Ketidak-berdayaan manusia dalam menghadapi kematian sebenarnya hanya menyatakan hal yang sama terhadap kehidupan.

Biasanya orang-orang percaya didalam perjalanan hidupnya setiap waktu selalu merenungkan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Ia sendiri mati, sama seperti semua manusia yang lain, namun berbeda dari mereka semua, karena Ia sanggup mengalahkan kuasa kematian. Dan Ia berjanji untuk memberikan kehidupan yang kekal bagi mereka yang percaya dalam namaNya. Orang percaya akan tetap mengalami kematian (kecuali Tuhan telah datang kembali sebelum hari kematiannya). Namun ia tidak akan selama-lamanya binasa, bersama dengan Tuhan ia akan dibangkitkan untuk menerima kehidupan kekal di sorga. Dan bukan hanya itu, mereka yang percaya dalam namaNya juga diberi kuasa untuk hidup mati terhadap dosa, terhadap dunia, bahkan terhadap diri sendiri. Kematian ini adalah kematian yang menghidupkan. Sebaliknya, penolakan terhadap kematian ini akan membawa kepada kebinasaan kekal, kematian yang sesung-guhnya. Yesus Kristus mengatakan “Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya” (Luk 9:24). Menyelamatkan hidup justru akan kehilangan hidup, sebaliknya mengorbankannya adalah menyelamatkannya.

Kematian Kristus memberikan kemungkinan kepada manusia untuk tidak hidup bagi dirinya sendiri. Sekalipun Ia tidak berdosa dan tidak harus mengalami maut, namun Ia rela mati karena dosa-dosa umat manusia. KematianNya merupakan penyataan puncak ketaatanNya yang sempurna kepada Allah, tidak ada suatu pun yang Dia pertahankan bagi diriNya sendiri. Ia telah menyerahkan segala sesuatu yang dapat diberikan, bahkan nyawaNya sendiri. Kematian inilah yang mendahului kebangkitan dan hidup.
Begitu banyak orang percaya yang kehidupannya tidak berada dalam kepenuhan kuasa kebangkitan, karena menolak kuasa kematian yang harus bekerja terlebih dahulu. Tanpa kematian terhadap diri kita sendiri, tidak ada gunanya untuk mengharapkan pekerjaan kuasaNya yang dahsyat. Pergumulan kita lebih merupakan pergumulan untuk suatu kehidupan yang menyangkal diri, daripada kehidupan yang mendapatkan kuasa Tuhan. Persekutuan dalam penderitaan Kristus, demikianlah yang terus dikejar oleh Paulus, dan dia tidak berpendapat telah mem-perolehnya, maksudnya perjalanan yang harus ditempuh masih merupakan suatu proses yang panjang, dia tidak berhenti bergumul untuk mengejar panggilan Tuhan. Saya percaya setiap orang yang membaca tulisan ini, atasnya Tuhan memiliki suatu rencana. Rencana itu tersembunyi, kita bahkan tidak berhak untuk mengetahuinya, namun ada satu hal yang kita boleh, bahkan harus mengetahuinya, yaitu bahwa Tuhan menghendaki kita untuk mati dan disalibkan bersama-sama dengan Dia, dengan demikian kita akan hidup bersama-sama dengan Dia kelak selama-lamanya Di sinilah letak kepenuhan hidup yang sesungguhnya. Karena itu sebelum perjalanan hidupmu berakhir, bagi Saudara yang belum percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatmu secara pribadi jangan tunggu lagi inilah waktunya akui segala dosamu dan percayakan hidupmu kepada Kristus, bagi Saudara yang sudah mengaku percaya mari tetap hidup taat, setia dan memberikan seluruh hidup kita bagi-Nya. Amin, Soli Deo Gloria..!!