Welcome

Bekerjalah Untuk Makanan Yang Tidak Dapat Binasa....!!!

Selasa, 05 Juli 2011

PENTINGNYA SAAT TEDUH


PENTINGNYA SAAT TEDUH 
Nats: Daniel 9:1-8
Disampaikan pada ibadah PA PERMATA GBKP Psr. 2  thn 2010


I.       Pendahuluan
Nats yang kita baca tadi menjelaskan bagaimana Daniel memperhatikan dalam kitab Yeremia jumlah tahun lamanya orang Israel di buang, dan lamanya adalah 70 tahun, jumlah itu membuat Daniel bersujud kepada Allah, dan berdoa. Daniel pertama menyatakan permohonan yg diawali dengan pengangungan kepada Tuhan, dilanjutkan dengan pengakuan dosa, dan permohonan.

Bagian ini menggambarkan apa yang selama ini kita sebut dengan Saat Teduh…
Siapa diantara kita yang sudah melakukan saat teduh dengan teratur?.. teratur bang sekali sebulan, atau sekali setahun…? J


II.    Pembahasan

A.    Apa itu Sa Te? Pengertian:
Saat Teduh adalah waktu yang disediakan bagi Tuhan setiap hari secara teratur untuk menikmati persekutuan yang indah dengan Tuhan, berbicara dalam doa, mendengarkan apa yang Dia katakan kepada kita melalui firmanNya (Maz. 119:147-148;  63:2))

Saat teduh adalah saat di mana kita benar-benar menyediakan waktu secara khusus dan fokus untuk berkomunikasi dengan Allah, melalui perenungan firman Tuhan dan doa Saat teduh adalah saat di mana kita benar-benar datang kepada Tuhan dan berkata secara bertanggungjawab, “Inilah aku Tuhan. Saya siap untuk mendengarkan Engkau berbicara kepada anakmu ini.”

Mengapa saya mengatakan bahwa saat teduh adalah waktu secara khusus dan fokus?
Pertama, kita harus benar-benar menyediakan waktu secara khusus untuk bersaat teduh. Kita bukannya menyelipkan waktu untuk bersaat teduh: saat kita sedang tidak ada pekerjaan pada pukul 2 siang di rumah atau di kantor, saat kita masih memiliki sedikit waktu atau masih sempat untuk bersaat teduh karena hari ini tidak bangun kesiangan – jika tidak sempat ya sudah, berarti “pass” untuk hari ini, atau jika pada malam hari kita sedang merasa tidak terlalu lelah dan tidak ada film yang bagus untuk ditonton di TV. TIDAK!!!! Kita harus berdisiplin. Kita harus telah secara khusus menyediakan waktu untuk saat teduh. Dan tidak boleh ada badai apapun yang boleh menghalangi kita untuk tetap setia pada janji akan waktu untuk bersaat teduh. Bahkan, ada satu ungkapan yang mengatakan “no bible, no breakfast”. Wow… ! Jika memang harus begitu, berapa banyak dari kita yang akan celaka karena kelaparan yach.

Kedua, kita harus fokus. Kita harus meletakkan semua permasalahan kita, semua keluh kesah kita, semua keberatan kita dalam doa sebelum kita memulai untuk bersaat teduh. Menjadi seperti Maria, yang duduk diam di kaki Yesus. Jika kita masih berpikir untuk harus menelpon si A nanti pagi ini, atau harus memasak air untuk mandi pagi ini, atau masih memikirkan tentang daftar tugas-tugas yang harus diselesaikan hari ini, berarti kita belum terfokus.

Mulailah dengan doa. Letakkan semua kelemahan kita di hadapan-Nya. Katakan dengan jujur keadaan kita hari ini pada Dia yang setia, yang mengerti isi hatimu yang terdalam. Beritahu Dia bahwa pagi ini kita bangun dengan kepala yang sakit, leher yang kaku, atau hal lainnya. Mintalah Dia untuk membimbing kita pada renungan hari ini, mintalah iluminasi (=penerangan) Roh Kudus agar kita dapat mengerti secara jelas firman Tuhan hari ini, mintalah agar kita memiliki hati yang mau mendengar dan juga taat kepada firman Tuhan.

B.     Pentingnya Sa Te

1.      Meneladani Tuhan Yesus (Mark 1:35).
Ia menunjukkan, betapa Ia menikmati persekutuan dengan BapaNya, meskipun pada hari sebelumnya Ia sibuk sekali. Tetapi keesokan harinya Ia bangun pagi-pagi benar dan  menyediakan waktu bagi BapaNya (Mark. 1:35). Kalau Yesus yang adalah Anak Allah masih memerlukan waktu teduh bersama dengan BapaNya, apalagi kita.

2.      Allah merindukan persekutuan dengan kita anak-anakNya.
Suatu hal yang luar biasa, bahwa pencipta langit dan bumi benar-benar menginginkan persekutuan dengan ciptaanNya.

3.      Tanpa waktu teduh yang teratur, kita sulit bertumbuh dalam iman.
Orang-orang  saleh yang dipakai Tuhan dari abad ke abad, semuanya mempunyai waktu teduh yang teratur.  Misalnya Daud (Maz. 5:4), Daniel (Dan 6:11), dan lain-lain.
Sebagai seorang manusia, secara fisik kita membutuhkan makanan setiap harinya untuk bertahan hidup. Tanpa makanan, kita akan kekurangan kalori yang memberikan kita energi untuk melaksanakan aktivitas kita. Demikian juga halnya dengan saat teduh. Saat teduh adalah makanan rohani kita. Jiwa kita membutuhkannya untuk terus bertahan hidup.
Setiap hari kita diserang oleh berbagai macam masalah. Kita seringkali kehilangan keseimbangan karenanya. Kita bingung bagaimana menentukan pilihan. Pilihan mana yang benar dan mana yang salah? Apa standarnya sesuatu dapat dikatakan benar atau salah? Keseimbangan itu hanya dapat kita terima kembali melalui saat teduh bersama Allah. Sebab Allah adalah standar dari kebenaran. Dia adalah kebenaran itu sendiri.

Membaca dan merenungkan firman Tuhan akan mengajar kita, menyatakan kepada kita apabila kita salah, akan memperbaiki kelakuan kita, dan akan terus mendidik kita dalam kebenaran (2 Tim 3:16). Membaca dan merenungkan firman Allah dalam saat teduh membuat kita dapat semakin mengenal Allah. Dengan membaca firman Tuhan, kita akan mengetahui apa yang Allah sukai, apa yang menyenangkan hati-Nya, dan apa yang tidak Dia sukai. Dan itulah yang menjadi intinya. Apapun yang harus kita lakukan dalam menjalani hidup ini, kita harus hidup sesuai dengan kehendak Allah, dengan cara hidup yang menyenangkan hati Allah. Dengan pengetahuan inilah kita dapat menemukan keseimbangan kita kembali. Kita menjadi tahu keputusan seperti apa yang harus kita ambil ketika badai hidup menerpa hidup kita, yaitu keputusan yang menyenangkan hati Tuhan, yang sesuai dengan firman Tuhan.

C.    Manfaat Saat Teduh.
1.      Untuk mendengarkan suara Tuhan lewat firmanNya.
Manfaat kebenaran firman Tuhan :
·         Untuk memberikan pertumbuhan rohani (iman) dan daya tahan terhadap serangan-serangan si iblis
a.             Firman Tuhan sebagai roti hidup (Mat. 4:4)
b.             Firman Tuhan sebagai air susu yang murni (I Pet. 2:2)
·                Untuk mengajar, menyatakan kesalahan – sebagai cermin, memperbaiki kelakuan, mendidik orang dalam kebenaran (II Tim. 3:16)
·                Untuk menyegarkan jiwa dan memberi hikmat kepada orang yang tidak berpengalaman (Maz. 19:8)
·                Untuk menyukakan hati dan membuat mata bercahaya (Maz. 19:9).

2.      Untuk menyatakan isi hati kepada Tuhan
·           Menyatakan isi hati kepada Tuhan melalui lagu-lagu pujian
·           Menyatakan isi hati kepada Tuhan melalui doa (Pujian Penyembahan, Ucapan Syukur, Pengakuan Dosa, Permohonan, permohonan kepada orang lain, permohonan kepada kita)

D.    Pelaksanaan Saat Teduh.
Saat Teduh dilakukan, sebaiknya pada pagi hari. Contoh Tuhan Yesus dan Raja Daud. Tetapi kalau tidak bisa pagi, usahakanlah memilih waktu di mana Saudara dapat menikmati kehadiran Allah.

Catatan : Allah jijik dengan saat teduh yang kita lakukan dengan tidak sungguh-sungguh.
    

E.     Cara melakukan Saat Teduh. (Metode BGA)
a.      Sediakan waktu yang teratur setiap hari. Sebagai permulaan, mulailah dengan 15 menit, jika kebiasaan itu sudah tertanam dengan baik, sediakanlah waktu yang cukup lama.
b.      Carilah tempat yang tenang. Hindarilah suara-suara yang bisa mengganggu. Misalnya radio, tape, televisi dan lain-lain.

o    Berdoalah. : Sebelum memulai menggali Alkitab, mohon supaya Tuhan menolong kita menemukan rahasia kebenaran firman Tuhan. -à dapat diawali dengan bernyanyi

o    Bacalah. Nats firman Tuhan: secara berulang-ulang 2-3 x sampai meresap.

o    Renungkanlah. Renungkanlah nas tadi dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan berikut

1. Apa saja yang kubaca. Peristiwa apa? Hal apa? Siapa? Adakah kaitan dengan nas-nas sebelumnya? Maksud pertanyaan ini adalah Anda perlu memperlakukan teks Alkitab secara riil dan mencari ciri, hal, unsur, semua hal yang ada di sekitar (konteks), di dalam, dan yang membentuk teks tersebut.

2. Apa pesan yang Allah sampaikan kepadaku melalui nas tadi: janji, peringatan, teladan, dst? apabila Anda cermat di langkah sebelum ini dan terus menerus bertanya-tanya kepada Roh Kudus, maka Ia akan memperlihatkan arti teks tersebut dan membantu Anda melihat kaitan arti itu dengan Anda kini. Mengkategorikan pesan tersebut ke: janji, pelajaran, perintah, peringatan, teladan, bisa membantu Anda menemukan pesan Allah dalam teks Alkitab.

3. Apa responsku? Adakah hal-hal spesifik dalam hidupku kini yang disoroti oleh pesan firman tersebut? Apa responsku terhadap firman itu agar menjadi bagian dari hidupku? Ini adalah puncak dari tujuan kita bersaat teduh. Kita tidak ingin berhenti hanya pada mengetahui tetapi rindu maju lebih jauh lagi sampai ke mengalami pembaharuan hidup yang berkelanjutan akibat firman kita pahami, terima, simpan, dan lakukan.

o    Bandingkanlah. Bandingkanlah hasil renungan Anda dengan Santapan Harian. Ini bisa membuat Anda diperkaya, dipertajam, atau berdialog lebih lanjut dengan nas maupun dengan orang lain (Kis. 17:11). Santapan Harian adalah alat bantu atau teman saat teduh Anda. Inti saat teduh adalah merenungkan teks Alkitab, bukan penjelasannya. Tetapi itu tidak berarti kita harus mengabaikan bahwa Roh Allah berbicara juga kepada para hamba-Nya termasuk para penulis Santapan Harian yang telah menggumuli teks itu secara serius. Maka jadikanlah Santapan Harian sahabat saat teduh Anda.

o    Berdoalah agar Allah memberdayakan Anda melakukan dan membagikan pesan firman tersebut (Mat. 7:24). à sebelum doa dapat diakhiri dengan pujian

CONTOH:
MAZMUR 1

1.      Berdoa
2.      Bacalah Mazmur 1
3.      Renungkanlah : dengan bantuan pertanyaan berikut:
a.      apa saja yang kubaca?
-          Siapakah yang disebut orang yang berbahagia? (1,2)
-          Siapakah yang disebut orang fasik atau orang berdosa dan pencemooh? (1)
-          Seperti apakah orang berbahagia dan orang fasik digambarkan oleh pemazmur? (3,4)
-          Bagaimanakah keadaan orang fasik atau orang berdosa pada hari penghakiman? (5)
-          Perbandingkan apakah yang kita lihat pada orang benar dan orang fasik? (6)

b.     Apa pesan yang Allah sampaikan kepadaku?
-          Peringatan: pergaulan sehari-hari dapat mempengaruhi kebahagiaan seseorang
-          Perintah: Kunci kebahagiaan adalah suka dengan firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam

c.       Apa responku? (setiap orang dapat berbeda dalam meresponi)
-          Bagaimana pergaulanku selama ini? Aku tidak boleh sembarangan bergaul
-          Saya harus lebih mencintai firman Tuhan dan merenungkan setia hari

4.      Bandingkan dengan Santapan Harian
5.      Berdoa

F.      Alasan yang sering dipakai umtuk tidak bersaat teduh.
a.      Tidak ada waktu atau terlalu sibuk (maslah prioritas).
b.      Malas (persoalan kedagingan).
c.       Tidak mau (masalah kehendak).
d.      Tidak mengerti apa yang dibaca (masalah me­ode).
e.       Tidak mendapat berkat (persoalan sasaran).


Maukah engkau mulai hari ini ber saat teduh?